Awas, ini bahaya cacing pita dan jamur pada tubuh manusia!
Merdeka.com - Simbiosis parasitisme adalah salah satu interaksi antar makhluk hidup. Berbeda dengan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, pada simbiosis parasitisme satu makhluk hidup diuntungkan (parasit) dan satu makhluk hidup dirugikan (inang). Misalnya, simbiosis antara cacing pita dengan tubuh manusia, jamur dengan tubuh manusia, kutu kepala dengan tubuh manusia, dan benalu dengan tubuh manusia.
Ada 2 jenis parasit dalam simbiosis parasitisme, yaitu:
- Ektoparasit adalah parasit yang hidup di luar tubuh inang.
- Endoparasit adalah parasit yang tumbuh di dalam tubuh inang.
Kali ini, yuk kita bahas 2 contoh simbiosis parasitisme, yaitu cacing pita dan tubuh manusia serta jamur dan tubuh manusia.
a. Cacing pita dan tubuh manusia
Cacing pita hidup secara endoparasit di dalam usus manusia. Manusia dirugikan karena cacing pita mengisap darah dan sari makananyang dibutuhkan manusia sehingga manusia jadi kurus dan pucat karena kekurangan darah dan sari makanan. Cacing pita menjadi diuntungkan karena mendapat makanan untuk kelangsungan hidupnya.
b. Jamur dan tubuh manusia
Jamur seperti jamur panu hidupnya menempel pada kulit manusia. Jamur diuntungkan karena mendapat makanan dari tubuh manusia. Manusia dirugikan karena selain merasakan gatal, manusia juga kehilangan zat makanan yang diambil oleh jamur. Beberapa jenis jamur yang tumbuh di tubuh manusia juga berbau nggak sedap dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. So, kalau ada jamur tumbuh, sebaiknya kamu segera mengobati area kulit yang terserang.
Well, itulah 2 contoh simbiosis parasitisme yang ada di sekitar. Kalau hewan atau jamur hidup atau tumbuh di tubuhmu, kamu bisa segera pergi ke dokter untuk mengatasi hal ini. Jangan sampai kamu rugi terus, deh! (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya