Terlibat Kasus Narkoba dan Tindak Pidana, Begini Nasib Tragis Tujuh Polisi di Jatim

Sepanjang tahun 2021, sebanyak tujuh personel polisi di Jawa Timur terlibat penyalahgunaan narkoba dan tindak pidana. Begini nasibnya sekarang.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Terlibat Kasus Narkoba dan Tindak Pidana, Begini Nasib Tragis Tujuh Polisi di Jatim
Personel polisi di jajaran Polda Jatim. ©2022 Merdeka.com/Dok. Polda Jatim

Sepanjang tahun 2021, sebanyak tujuh personel polisi di Jawa Timur diberhentikan secara tidak hormat karena terlibat penyalahgunaan narkoba dan tindak pidana.

"Polda Jatim telah memberikan hukuman berat berupa PTDH (Pemberhentian dengan Tidak Hormat) terhadap tujuh personel. Karena kami melihat dan menyadari anggota yang baik harus diberi penghargaan, tapi anggota yang melanggar dilakukan pembinaan," jelas Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta di Surabaya, Jumat (31/12).

Nico mengungkapkan, pemberhentian dengan tidak hormat pada anggota Polri di lingkup Polda Jatim ini mengalami kenaikan. Pasalnya, pada tahun 2020 tak ada personel yang diberhentikan dengan tidak hormat.

Sementara itu, sepanjang tahun 2021 tercatat ada 417 personel polisi di jajaran Polda Jatim yang terbukti melakukan pelanggaran. Jumlah ini menurun sekitar 23 persen dibanding tahun 2020 yang tercatat ada 593 pelanggaran.

Rincian anggota Polri di jajaran Polda Jatim yang menjalani hukuman pelanggaran kode etik Polri dan Pidana yakni 108 anggota melakukan perbuatan tercela, 107 melakukan permohonan maaf, 36 anggota tour of duty, 10 anggota tour of area dan delapan orang dilakukan pembinaan ulang.

"Bidpropam Polda Jatim lebih mengedepankan upaya preventif untuk mencegah pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polda Jatim," jelas Kapolda Jatim, dikutip dari Antara.

Mantan Kapolda Kalimantan Selatan itu menyatakan berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik.

Sepanjang tahun 2021, tercatat sebanyak 7.451 anggota Polda Jatim mengalami kenaikan pangkat, 3.288 anggota mendapatkan tanda kehormatan, 1.070 mendapat promosi jabatan.

Kemudian, sebanyak 1.234 anggota mendapat pengembangan pendidikan umum dan 278 anggota mendapat pengembangan pendidikan spesialisasi.

"Ini komitmen kami dalam memberikan reward and punishment. Begitu pula ketika ada anggota yang terlibat narkoba atau pidana akan kami tindak," tegasnya.

Rekomendasi