Pemda DIY Segera Tetapkan "Pendidikan Khas Kejogjaan", Ini Penjelasannya
Merdeka.com - Yogyakarta terkenal dengan julukan “kota pelajar”. Selain itu Yogyakarta juga dikenal sebagai “kota budaya”. Budaya Yogyakarta berangkat dari nilai-nilai filosofis Jawa.
Berangkat dari ini pula, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) segera menerapkan “Pendidikan Khas Kejogjaan” di seluruh jenjang pendidikan di provinsi itu. Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya mengatakan, “Pendidikan Khas Kejogjaan” merupakan inisiasi Dewan Pendidikan DIY bersama Disdikpora DIY.
“Sudah pada tahap akhir sehingga nanti kita harapkan bisa digunakan untuk penguatan di dalam proses pendidikan di DIY. Bentuknya itu sebenarnya lebih pada penguatan nilai-nilai kekhasan Yogyakarta,” kata Didik dikutip dari ANTARA.
Lalu apa sebenarnya “Pendidikan Khas Kejogjaan” itu sendiri? Berikut selengkapnya:
Implementasi Orasi Ilmiah

Purnomo Edi
Ketua Dewan Pendidikan DIY, Sutrisna Wibawa, mengatakan bahwa “Pendidikan Khas Kejogjaan” bukan mata pelajaran baru, melainkan pendidikan yang terintegrasi dengan mata pelajaran terkait. Secara umum, konsep-konsep yang tertuang dalam Pendidikan Khas Kejogjaan merupakan bagian dari implementasi orasi ilmiah yang disampaikan Gubernur DIY pada saat menerima anugerah kehormatan Doktor Honoris Causa di bidang Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Budaya dari UNY.
Pendidikan itu nantinya akan terintegrasi dengan mata pelajaran terkait dan sebagai tahap awal akan diintegrasikan dengan mata pelajaran bahasa Jawa dan seni budaya.
“Misalnya ‘sangkan paraning dumadi’ ini kan filosofi Yogyakarta. Bagaimana asal usul manusia. Itu kan bisa terkait dengan agama. Kemudian sejarah Yogyakarta yang terkait dengan pelajaran sejarah. Lalu tata krama, unggah-ungguh, terkait dengan pelajaran Bahasa Jawa,” terang Sutrisna, dikutip dari ANTARA pada Senin (3/4).
Pilot Project

©2022 Merdeka.com/Dok. Kemdikbud RI
Didik mengatakan dalam menerapkan model pendidikan ini, beberapa sekolah nantinya akan dipilih sebagai proyek percontohan. Sekolah yang dipilih nantinya merupakan sekolah yang lebih dahulu menerapkan pendidikan berbasis budaya.
“Pendidikan khas Kejogjaan itu nanti akan kita pilih beberapa sekolah sebagai pilot project. Sekarang beberapa sekolah kan sudah jalan, ini tinggal diwarnai dengan pendidikan khas tadi,” kata Didik.
Rencananya, penerapan “Pendidikan Khas Kejogjaan” akan diuji coba pada Juni dan Juli 2023. Diharapkan pada Januari 2024 model pendidikan ini sudah bisa diterapkan di seluruh jenjang pendidikan di DIY mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya