Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelajar SMA Asal Kudus Ini Meninggal Tak Wajar, Diduga Alami Kekerasan

Pelajar SMA Asal Kudus Ini Meninggal Tak Wajar, Diduga Alami Kekerasan Ilustrasi kekerasan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kekerasan antar pelajar masih terus terjadi di tengah pergaulan yang terkadang memang keras. Banyak masalah yang menjadi penyebab dari kekerasan itu. Tapi yang memprihatinkan adalah terkadang kekerasan terjadi hingga menyebabkan kematian.

Itulah yang dialami oleh seorang siswa kelas XI sebuah madrasah aliyah asal Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah. Pada Rabu (5/5), dia ditemukan meninggal secara tak wajar di rumahnya. Dari hasil autopsi, korban diduga kuat meninggal karena mengalami kekerasan yang diakibatkan oleh benda tumpul.

“Hingga kini kami masih menyelidiki kasus tersebut. Dari hasil autopsi sebelumnya, memang ada luka bekas benda tumpul di bagian kepala yang diduga mengakibatkan korban meninggal,” kata Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma dikutip dari ANTARA pada Sabtu (8/5). Berikut selengkapnya:

Luka di Bagian Alat Vital

011 hikmah wilda amalia

©2015 Merdeka.com

Selain di bagian kepala, luka juga ditemukan di bagian alat vital korban. Oleh karena itu ada dugaan pula bahwa korban mengalami upaya pemerkosaan.

Untuk itulah polisi masih berupaya melakukan pengembangan dengan memeriksa sejumlah saksi. Aditya mengatakan, hingga kini saksi yang telah diminta keterangan antara lain baru pihak keluarga dan tetangga korban.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David membenarkan bahwa di bagian tubuh korban terdapat luka akibat benda tumpul dan sayatan benda tajam.

Kronologi Kasus

ilustrasi pembunuhan karena kopi

©2021 Merdeka.com

Dilansir dari ANTARA, dugaan pembunuhan itu terjadi pada Rabu (5/5) pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban ditemukan adiknya yang pulang dari sekolah dalam kondisi sudah meninggal dunia di dapur rumahnya di Desa Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus.

Saat peristiwa itu terjadi, kedua orang tua korban tengah bekerja sehingga di dalam rumah hanya dia seorang diri. Saat itu pula, sang adik yang masih duduk di kelas 5 madrasah ibtidaiyah juga masih sekolah.

Untuk mendalami kasus ini, pihak kepolisian masih menunggu surat resmi dari tim forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jateng untuk dilakukan autopsi, meskipun dari data awal sudah menunjukkan adanya dugaan pembunuhan.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP