Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berantas DBD, Warga Kudus Ciptakan Alat Sederhana Ini

Berantas DBD, Warga Kudus Ciptakan Alat Sederhana Ini Ilustrasi nyamuk. Shutterstock/mycteria

Merdeka.com - Memasuki pertengahan musim hujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai meningkat. Untuk itu setiap warga perlu dibekali amunisi buat melawan nyamuk yang menjadi sumber penyakit itu.

Berkaitan dengan hal ini, seorang warga Kecamatan Undaan, Kudus bernama Heru Rusiyanto mempunyai cara tersendiri dalam memberantas nyamuk berbahaya itu. Demi membasmi nyamuk demam berdarah, dia menciptakan sebuah alat fogging mini dengan mengombinasikan alat penyemprot burung dengan alat pembakar makanan, serta koil buatan sendiri.

Lantas bagaimana kemudian alat itu bekerja? Berikut selengkapnya:

Terinspirasi dari Rokok Elektrik

rokok elektrik

istimewa ©2020 Merdeka.com

Heru mengatakan, dia membuat alat pembasmi nyamuk itu karena di rumahnya memang banyak nyamuk. Dalam membuat alat itu, ia mengaku terinspirasi dari rokok elektrik yang bentuknya kecil tapi bisa mengeluarkan asap yang begitu banyak. Dengan mencoba membuat alat yang ukurannya agak besar, dia kemudian mencari bahan-bahan yang bisa dipakai untuk membuat alat tersebut.

Hasilnya, pada tahun 2019 dia berhasil membuat alat fogging mini dengan mengombinasikan alat penyemprot burung dengan alat pembakar makanan atau gas torch serta koil buatan sendiri menggunakan pipa tembaga berukuran kecil untuk mengeluarkan cairan fogging yang nantinya keluar dalam bentuk asap.

Cara Mengoperasikan

fogging nyamuk demam berdarah di pancoran

©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Heru mengatakan bahwa cara mengoperasikan alat fogging mini itu cukup mudah. Sebelum melakukan penyemprotan, alat itu terlebih dahulu diisi dengan cairan pembasmi nyamuk yang bisa dibeli di toko.

Setelah dipompa, cairan itu kemudian disemprotkan hingga keluar melalui koil. Kemudian gas torch dihidupkan untuk memanaskan koil yang di dalamnya terdapat cairan pembasmi nyamuk.

“Setelah ada proses pembakaran, nantinya yang keluar merupakan asap dalam jumlah besar sehingga mudah dioperasikan sendiri di rumah tanpa harus menunggu tim pengasapan Puskesmas datang ke lingkungan yang hendak disemprot,” kata Heru, mengutip dari ANTARA pada Selasa (11/1).

Harga Terjangkau

Heru mengatakan, harga jual alat pengasapan mini itu tergolong terjangkau karena hanya dengan uang Rp250 ribu alat tersebut sudah bisa diperoleh. Hanya saja untuk pengiriman luar kota tidak bisa dilakukan dengan botol cairan gas karena alat tersebut tidak bisa dikirim melalui jasa pengiriman paket.

“Kini saya menekuni usaha tersebut karena pada bulan Desember 2021 berhasil menjual 200 unit lewat pasar daring dan juga melalui pengecer,” ujar Heru.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kudus, Masan memberi apresiasi atas penciptaan alat sederhana itu. Apalagi kalau pembasmian nyamuk melalui fogging selalu mengandalkan tim pengasapan dari Puskesmas, prosesnya tidak bisa cepat karena birokrasinya terlalu rumit. Padahal ancaman nyamuk demam berdarah sudah banyak menyerang warga Kudus.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP