Taufik: PDIP pantas tersinggung & marah saat Djarot disalahkan Ahok

Ahok dinilai cuma cari panggung dengan memanfaatkan media untuk meluapkan kemarahannya pada Ahok.

Laurel Benny Saron Silalahi
Taufik: PDIP pantas tersinggung & marah saat Djarot disalahkan Ahok
Ahok dan Djarot tinjau lenggang. ©2015 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, marah saat tahu Wakil Gubernur, Djarot Saiful Hidayat, mengizinkan kegiatan Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) di Senayan. Ahok, sapaan Basuki, menganggap Djarot telah menyalahi prosedur terkait pemberian izin itu.Wakil Ketua DPRD, Muhammad Taufik, mengatakan, harusnya Ahok tak perlu membesar-besarkan masalah tersebut apalagi sampai mengumbar kemarahan di media. Dia heran kenapa Ahok tak melakukan komunikasi yang baik dengan Djarot bukan mempertontonkan kesalahpahaman yang terjadi antara keduanya."Ketidaksepahaman bisa terjadi, tapi itu sebaiknya dipendam dalam ruangan. Jangan dibesar-besarkan di media, bahkan Ahok menafikan bahwa wagub itu sama dengan deputi," kritik Taufik saat ditemui di Gedung DPRD, Jakarta, Rabu (3/6).Perkataan Ahok seolah mengisyaratkan Djarot tidak bisa melakukan pekerjaan apapun tanpa sepengetahuan gubernur. Padahal menurutnya, posisi Wakil Gubernur bisa saja menggantikan kebijakan gubernur apabila berhalangan."Jangan karena dia lantik wagub, dia bilang sama seperti deputi. Wagub itu wakil kepala daerah, siapapun yang lantik. Ahok melantik wagub bukan karena kehebatan dia tapi perintah UU. Jadi tidak bisa menyalahkan seenaknya seperti itu," ucapnya.Taufik menegaskan, sebagai partai pendukung Djarot, PDIP seharusnya berhak marah terhadap Ahok yang telah mempermalukan kader terbaiknya."PDIP layak tersinggung. Kan Djarot kader PDIP. Kader terbaik, pengurus DPP lagi," pungkasnya.

Rekomendasi