Merdeka.com tersedia di Google Play


Setor Rp 24 juta ke mafia, PKL Tanah Abang yakin tak digusur

Reporter : Lia Harahap | Kamis, 11 Juli 2013 08:31


Setor Rp 24 juta ke mafia, PKL Tanah Abang yakin tak digusur
tanah abang semrawut. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kondisi pusat perbelanjaan Pasar Tanah Abang kini sangat memprihatinkan. Suasana sesak, padat dan kacau sangat terasa meski baru memasuki areal parkir.

Pedagang kini bebas dan sesuka hati membuka lapak. Saking padatnya penjual, badan jalan umum pun dipakai untuk mendirikan tenda mereka.

Sudah berulang kali ratusan tenda yang membuat macet itu ditertibkan Satpol PP DKI Jakarta. Tapi tak ada rasa kapok buat mereka untuk kembali dan mengais rezeki di sana.

Beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) kembali mengeluarkan ultimatum. Isinya, semua pedagang kaki lima (PKL) yang menempati posisi ilegal harus berangkat membersihkan dagangan mereka paling lambat sebelum Lebaran nanti.

"Polanya gini, kita sadar kalau kamu (PKL) enggan masuk jalannya mesti macet. Di jalannya mesti nempatin jalan. Namanya mesti paksa semua masuk, kalau semua sudah masuk, orang pasti masuk. Sambil diperbaiki pelan-pelan," kata pria yang akrab disapa Ahok beberapa waktu lalu.

"Kita berpikir kasih toleransi mereka dalam rangka Lebaran," tambahnya.

Tapi Ahok yakin mereka membandel karena telah membayarkan sejumlah uang sebagai kompensasi agar aman dari penertiban dan gusuran. Kabar yang sampai ke telinga Ahok , pedagang harus merogoh kocek sampai puluhan juta meski menempati daerah ilegal itu.

"Mereka merasa sudah bayar itu jalan. Udah ada yang bayar Rp 12-24 juta. Ada oknum," ujar Ahok .

Ahok yakin ada mafia lapak yang memeras warga dengan iming-imingi jasa pengamanan. Dia yakin puluhan pedagang yang menutup jalan itu memang tak gratis.

"Ini sudah kayak mafia saja, jalan DKI disewa sama pedagang. Enak saja," katanya berapi-api.

Pantauan merdeka.com, musim Ramadan ini jumlah lapak semakin bertambah. Suasana pasar pun kian padat.

Belum lagi angkot dan ojek yang beradu saling ngetem mencari penumpang. Ditambah lagi kepulan asap bajaj dan Metromini atau Kopaja semakin menambah semrawut keadaan di pasar grosir tekstil terbesar itu.

Baca juga:
Ahok akan buat pasar malam di Tanah Abang
Pedagang di Tanah Abang takut buka mulut soal jatah preman
Pedagang Tanah Abang lebih suka Foke ketimbang Jokowi
Cerita Tanah Abang jadi pusat perbelanjaan tekstil modern

[cob]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Jokowi Ahok, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Jokowi Ahok.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Penghargaan Hollywood pada nama Muhammad
  • Sengketa Hak Cipta Si Unyil Temukan Titik Terang
  • Polisi perketat pengamanan pencoblosan ulang di Desa Abiasemal
  • Usai Tur, Beyonce Knowles rencanakan kehamilan lagi
  • 5 Fakta pembunuhan mertua oleh cewek ABG
  • Kisah istri Wiji Tukul,tak pernah berhenti cari keberadaan suami
  • Pemancingan jadi tujuan liburan baru warga Jakarta
  • Intip trailer film terbaru Clint Eastwood 'Jersey Boys'
  • Empat orang ini nilai Suryadharma Ali otoriter
  • Ambisi besar Prabowo setelah berhasil gandeng partai kabah
  • SHOW MORE