DPRD DKI ngamuk saat Saefullah kritik soal kinerja
Merdeka.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah sempat menyinggung lambatnya kinerja DPRD DKI dalam melakukan pembahasan rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Bahkan, dia menuding mereka lebih banyak nongkrong dari pada kerja.
Sontak komentar pedas tersebut, membuat beberapa anggota DPRD DKI Jakarta marah. Salah satunya adalah Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik.
Taufik mengatakan, pernyataan Saefullah tidak berdasar karena selama ini eksekutif tidak memberikan naskah akademik. Tujuannya untuk menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan pembahasan suatu raperda.
"Apa yang mau dibahas kalau tak ada naskah akademik. Bahas dodol. Kalau tak mengerti lebih baik diam saja Saefullah," tegasnya kepada merdeka.com, Selasa (8/8).
Politisi Gerindra ini mengaku, tak terima dengan pernyataan Saefullah. Dia balik mengkritisi jajaran pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang tak kunjung membereskan naskah akademik yang akan dibahas.
Kalau pun ada, hanya dua raperda yang mengatur tentang reklamasi. Dua raperda ini sengaja tidak dibahas DPRD karena proyek tersebut bermasalah.
"Lantas, sekarang apa mau dibahas? Kerak telor? Nanti saya undang semua, termasuk Gubernur dan Sekda. Biar tahu siapa yang salah sebenarnya," jelasnya.
Taufik mengharapkan, Saefullah mengoreksi kinerja anak buahnya agar maksimal dalam mengerjakan naskah akademik setiap raperda. Dengan begitu, tidak ada raperda yang direvisi saat akan diberikan.
Selain Taufik, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bestari Barus juga tidak terima dengan tudingan Saefullah. Dia meminta Saefullah tidak banyak bicara terkait kinerja legislatif. Sebab, dia menilai, pembahasan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) 2017 saja belum selesai dilakukan.
"Sekda sebaiknya konsen kepada tugasnya saja. Pembahasan KUPA 2017 pun lambat karena Saefullah suka bicara sembarangan ketimbang mengerjakan tugasnya sebagai kepala TAPD," tegasnya
Politisi NasDem ini mengharapkan, Saefullah untuk fokus bekerja tanpa harus mencari popularitas. Sebab harus diingat jika posisi sebagai Sekda DKI merupakan jabatan tertinggi sebagai PNS.
"Jangan ingin tambah ngetop dgn bicara bicara yang gak berbobot. Malu lah DKI punya Sekda yang suka ngomong asal asalan. Semoga Pak Gubernur di masa akhir jabatannya masih bisa menasehati Saefullah agar bisa jaga bicaranya," tutupnya.
Sebelumnya, Saefullah berharap DPRD DKI Jakarta segera membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang masih mangkrak pembahasannya. Karena ini dapat menghambat rencana pembangunan ibu kota.
"Kalau enggak dibahas pekerjaan makin numpuk. Pembangunan kan harus berjalan. Masa nunggu apa gitu Saya juga enggak ngerti. Tiap hari hadir tapi hanya kongkow, bahas dong," katanya di Jakarta, Selasa (8/8).
Dia mengungkapkan, pihaknya terus mendorong legislatif agar segera dibahas diselesaikan beberapa aturan daerah yang telah direncanakan. Salah satunya adalah Raperda reklamasi, revisi Perda Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta dan Raperda tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (ZWP3K).
"Kan ada 32 loh raperda yang sudah kita dorong. Apa aja pilih dong kita bahas. Kita dampingi bahasnya. Apa saja yang penting dibahas mau yang reklamasi retribusi parkir bahas aja. Karena uu itu, eksekutif itu gak bisa sendiri harus seiring. Mudah-mudahan perda cepet. Hak keuangan cepet tingkat kesehatan meningkat, rajin kerjanya," tutupnya.
Baca juga:
Sekda DKI sindir DPRD lebih banyak 'kongkow' daripada bahas raperda
DPRD dan Sekda DKI cuci tangan soal Perda Reklamasi
Bestari minta Saefullah tak banyak bicara soal kinerja DPRD DKI
Taufik nilai Saefullah tak paham alur pembahasan raperda
Taufik sebut Saefullah ngawur karena tuding DPRD DKI sering kongkow (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya