Ahok: Jika pejabat diperiksa hartanya, semua digantung di Monas
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) gerah dengan kritik beberapa pengamat soal alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR). Ahok tak terima jika dana CSR itu disebut sebagai dana siluman.
Ahok heran, mengapa penggunaan dana CSR terus disorot dan dikritik. Padahal, menurutnya, banyak hal lain yang wajib dikritisi.
"Kalau kamu enggak percaya coba kamu cari pejabat-pejabat dengan gaji kecil kenapa hidup mewah, kenapa kalian tidak ribut, kenapa tidak minta pejabat buktikan hartanya, pembayaran pajaknya, gaya hidupnya, kenapa kalian tidak ribut? Kenapa kalian tidak pernah ribut kepada saya gitu lho, lu periksa dong, bisa digantung di Monas semuanya jika mau buktiin harta itu semua. Coba Anda buktikan," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (22/7).
Ahok mengakui pasti ada kepentingan perusahaan di balik pemberian dana CSR. "Iya pasti ada kepentingan dong, kepentingan pengen usahanya itu lancar, dia pengen semua urusannya cepet beres," ujarnya.
Salah satunya adalah dengan dipermudah izinnya. Soal itu, Ahok tidak mempermasalahkannya.
"Kita-kita permudah tapi kalau Anda melanggar saya coret, sudah berapa perusahaan yang bikin apartemen itu saya coret," tegasnya.
Baca juga:
4 Serangan balik Jokowi-Ahok ke Fitra
5 serangan bertubi-tubi soal blusukan Jokowi
Ahok tuding Fitra ditunggangi parpol yang takut kalah di 2014
Ahok: Jika pejabat diperiksa hartanya, semua digantung di Monas (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya