Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Krisis ekonomi, Putin dan pejabat Rusia rela dipotong gaji

Krisis ekonomi, Putin dan pejabat Rusia rela dipotong gaji Presiden Rusia Vladimir Putin adu panco. ©Daily Mail

Merdeka.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dua hari lalu menandatangani dekrit yang menyatakan dia, perdana menteri, dan sejumlah pejabat Rusia lainnya akan dipotong gaji sebanyak sepuluh persen karena imbas krisis ekonomi yang berlangsung sejak tahun lalu.

Menurut koran Russia Today, gaji mereka akan mulai dipotong sejak Maret hingga Desember tahun ini.

Sekretaris pers kantor kepresidenan bahkan mengatakan pemotongan gaji ini bisa diperpanjang hingga 2016.

"Jika kondisi ini (krisis ekonomi) tidak berubah signifikan, maka pemotong gaji akan diperpanjang," kata Putin, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Sabtu (7/2).

Pemotongan gaji ini meliputi seluruh pejabat pemerintah, termasuk menteri luar negeri, menteri pertahanan, dan anggota parlemen.

Mengutip harian Vedomosti, gaji Presiden Putin pada 2013 mencapai 2,3 juta rubel atau setara Rp 780 juta setahun, atau Rp 65 juta sebulan. Tapi pada April tahun lalu gaji itu naik 2,65 kali. Sebagai perbandingan gaji Presiden Joko Widodo diperkirakan mencapai Rp 1,48 miliar setahun, atau Rp 123 juta per bulan.

Baca juga:

Poros Jakarta-Moskow, ini 5 bukti Rusia ingin jadi sahabat RI

Presiden Putin disebut tak level dalangi pembunuhan Boris Nemtsov

Ketegasan Ahok kelola Jakarta dipuji Dubes Rusia

Penulis Amerika sebut Putin suruh pasukan khusus bajak pesawat MH370

Bukannya menolong, gadis Rusia potret pria kena serangan jantung (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP