Aksi Represif China Hadapi Massa Demonstran Hong Kong
Merdeka.com - Demo Hong Kong tak kunjung usai. Tingkah demonstran semakin tak terkontrol. Mereka mulai merusak fasilitas negara hingga memboikot Bandara Internasional Hong Kong. Menanggapi masalah ini, China tak tinggal diam. China ikut mencari cara untuk hadapi demonstran Hong Kong.
Perlu diketahui, demo Hong Kong berawal dari dicetuskannya Rancangan Undang-undang tentang hukuman ekstradisi ke China. Masyarakat Hong Kong langsung menolak RUU tersebut dan meminta pemerintah Hong Kong untuk mencabutnya.
Berikut cara China untuk hadapi demonstran Hong Kong saat protes RUU ekstradisi:
Menangkap Aktivis Muda Hong Kong
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAktivis muda Joshua Wong dan Agnes Chow ditangkap oleh pihak China. Kini dua aktivis itu sudah dibebaskan dengan jaminan. Pejabat pemerintah China, bersama dengan Hong Kong memutuskan untuk semakin gencar melakukan penangkapan demonstran.
Menurut anggota kabinet dan pemimpin kabinet Hong Kong, kebijakan tersebut berlaku kepada setiap warga yang secara terbuka dicap sebagai aktivis radikal.
Selain penangkapan, Beijing juga semakin pelit mengeluarkan izin kepada para demonstran. Di saat bersamaan, para pemimpin massa aksi unjuk rasa juga menolak mundur.
Politisi Hong Kong menilai, dengan dua pihak yang bersikukuh untuk bertahan maka krisis politik akan berlangsung lama, bahkan hingga 2020.
"Saya berharap kita dapat memulai proses rekonsiliasi sebelum akhir tahun ini," ujar Anggota Dewan Eksekutif Hong Kong, Ronny Tong.
Konvoi Militer ke Perbatasan Hong Kong
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSalah satu media milik pemerintah China, People's Daily, menyiarkan sebuah tayangan tentang konvoi militer yang mengarah ke perbatasan Hong Kong pada Senin 12 Agustus. Konvoi militer itu terdiri dari serangkaian kendaraan lapis baja, tank, dan armada operasional lainnya.
People's Daily menyebut konvoi militer itu mengarah ke kota Shenzhen, yang berlokasi tepat di seberang perbatasan Hong Kong.
Alasan yang disertakan dalam siaran tersebut adalah untuk latihan militer, meski menurut para pengamat, Shenzhen hampir tidak pernah dijadikan lokasi kegiatan terkait.
Shenzhen adalah kota niaga yang dirancang untuk menyeimbangkan hubungan dengan Hong Kong, yang telah dikenal sebagai pusat keuangan utama Asia.
China Kecam Aksi Demo Hong Kong
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comChina mengecam aksi demonstran Hong Kong karena menggunakan bom molotov kepada petugas kepolisian. China menyebut serangan itu sebagai tindakan radikal dan menunjukkan tanda-tanda terorisme.
"Demonstran radikal Hong Kong telah berulang kali menggunakan peralatan yang sangat berbahaya untuk menyerang polisi. Tindakan itu telah memenuhi unsur kejahatan kekerasan, dan menunjukkan tanda-tanda terorisme," kata Yang Guang, juru bicara untuk Kantor Perwakilan China untuk Urusan Hong Kong dan Makau.
"Tindakan ini mengganggu hukum Hong Kong dan ketertiban sosial," jelasnya dalam sebuah konferensi pers di Beijing.
China Siap Lindungi Kedaulatan Hong Kong
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKomandan garnisun Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Hong Kong, Chen Daoxiang mengatakan siap untuk melindungi kedaulatan Hong Kong. Apalagi kondisi Hong Kong saat ini, menurutnya, mengancam kehidupan dan keselamatan warga Hong Kong.
"Kami dengan tegas mendukung tindakan mempertahankan aturan hukum Hong Kong oleh orang-orang yang mencintai bangsa dan kota".
"Kami bertekad untuk melindungi kedaulatan nasional, keamanan, stabilitas dan kemakmuran Hong Kong," kata Chen.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya