Beredar foto banjir dengan air berwarna merah di media sosial. Foto itu disebut-sebut banjir darah di Pekalongan, Jawa Tengah.
"Banjir darah di Pekalongan," tulis pengguna akun Twitter Raja Purwa.
Penelusuran
Menurut penelusuran merdeka.com, foto-foto tersebut bukan banjir darah di Pekalongan. Dalam artikel antaranews.com berjudul "Hoaks! Banjir darah di Pekalongan" pada 7 Februari 2021, dijelaskan bahwa banjir tersebut karena limbah batik.
Sebanyak 20 kelurahan di Kota Pekalongan memang dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 30-70 centimeter pada Sabtu (6/2), mengacu berita ANTARA.
Hujan deras yang terus mengguyur Kota Pekalongan sejak Jumat (5/2) malam hingga Sabtu (6/2) pagi menjadi penyebab air meluap dari saluran air. Salah satunya di Kelurahan Jenggot, Pekalongan Selatan, yang menjadi lokasi banjir air merah.
Di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, terdapat ratusan pelaku usaha batik. Air banjir menjadi merah lantaran tercampur dengan pewarna batik. Selain warna merah, sejumlah unggahan di media sosial juga menunjukkan air banjir di Pekalongan berwarna hijau dan kuning.
Kesimpulan
Foto banjir berwarna merah yang disebut-sebut banjir darah di Pekalongan adalah hoaks. Banjir berwarna merah disebabkan limbah batik di sekitar wilayah tersebut.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.