Kenapa pasangan artis mudah sekali bilang cerai?
Merdeka.com - Hingar bingar kehidupan selebriti di Tanah Air sudah menjadi rahasia umum. Bahkan, tak sedikit selebriti yang sengaja menjadikan kehidupan pribadi mereka sebagai konsumsi publik, seperti memamerkan barang mewah yang dimiliki, mengunggah foto ketika tengah ber-plesiran sehingga predikat sosialita pun disematkan oleh khalayak.
Entah ada perasaan bangga karena apa yang dikerjakan selama ini berbuah manis atau memang hanya sekedar pamer. Parahnya, banyak selebriti yang tidak malu mengumbar permasalahan pribadi yang tengah dihadapi. Contohnya, perceraian.
Biasanya ketika perceraian itu mulai tercium khalayak, dengan santai mereka beralasan sudah tidak ada kecocokan. Padahal, terdapat pihak yang merasakan dampak langsung akibat dari perceraian yakni si buah hati.
Jangan lewatkan:
Sudah keluar banyak uang, Jepang kecewa Jokowi tolak kereta cepat
Tidak menakutkan, preman-preman ini malah bikin ngakak
5 Warna ini bikin lebih kreatif, produktif, dan bahagia di kantor
Lima alasan pembunuhan paling konyol sejagat
Psikolog anak, Rose Mini atau kerap disapa Bunda Romi menjelaskan, perceraian memang bukan hal yang mengagetkan di era sekarang ini. Pasalnya bukan hanya selebriti saja yang gemar 'kawin cerai', tapi kalangan biasa pun juga melakukan hal yang sama.
"Ironisnya mereka itu mengungkapkan perceraian dengan mengumbar-umbar di media. Dengan Heboh, apalagi kadang perceraian dengan faktor yang tidak baik seperti perselingkuhan. Itu yang membuat anak merasakan dampak yang sangat buruk. Seharusnya mereka pisah dengan cara yang baik-baik," ungkapnya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (4/9).
Selain itu, Bunda Romi menegaskan jangan membatasi waktu pertemuan anak dengan orang tua yang sudah berpisah. Hal itu menyusul terungkapnya kisruh yang tengah terjadi antara Krisdayanti alias KD dengan putrinya Aurel Hermansyah.
Usahakan selalu memberikan waktu luang jika mereka ingin berkeluh kesah, atau sekedar ingin kumpul bersama. Yang paling penting, Bunda Romi menuturkan harus selalu terjalin dengan komunikasi.
"Anak itu bukan barang, banyak sekali yang tiga hari di rumah ibunya, terus tiga hari kemudian di rumah bapaknya. Anak kok dioper-oper gitu. Jangan seperti itu, biarkan anak memilih, dia mau ke mana hari ini, besok dia mau ke mana. Mereka bebas memilih, yang penting komunikasi. Kalau anak mau bertemu mengungkap keluh kesah? Temuin. Berikan waktu untuk anak" tutupnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya