Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani Waspadai Fluktuasi Harga Komoditas dan Ekonomi Global di 2022

Sri Mulyani Waspadai Fluktuasi Harga Komoditas dan Ekonomi Global di 2022 Menkeu Sri Mulyani. ©Biro KLI Kemenkeu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan sejumlah hal yang harus diwaspadai terkait asumsi makro dalam RAPBN tahun 2022. Hal ini termasuk fluktuasi harga komoditas hingga kondisi perekonomian global.

Selain harga minyak, harga komoditas yang lain nantinya juga akan memengaruhi outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) pemerintah pada tahun depan.

"Pertama yang mungkin akan menjadi dinamkika, yang harus kita pertimbangkan tadi harga komoditas, ini masih akan bergerak terus," ungkap Sri Mulyani dalam Raker dengan Komisi XI pada Selasa (8/6).

Selain itu, situasi global terutama negara-negara yang memengaruhi ekonomi global atau memiliki efek rambatan ke berbagai negara seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, dan China, serta implikasinya terhadap perekonomian global juga harus diwaspadai.

"Terjemahannya dalam asumsi makro kita adalah nilai tukar, dan rentangnya yang kita sampaikan cukup lebar, inflasi dalam negeri dan suku bunga," tutur Sri Mulyani.

Komisi XI DPR RI dan pemerintah pada hari ini, Selasa 8 Juni 2021, telah menyepakati besaran asumsi dasar ekonomi makro dan target dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2022.

Target pertumbuhan ekonomi pada 2022 disepakati berada di rentang 5,2 persen hingga 5,8 persen. Indikator asumsi dasar ekonomi makro lain untuk tahun depan yang disepakati adalah inflasi 2 hingga 4 persen, nilai tukar rupiah terhadap USD yaitu Rp13.900 - Rp15.000, dan tingkat suku bunga SBN 10 tahun di 6,32 - 7,27 persen.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP