Pemerintah Sepakat Bebaskan Tarif Bea Masuk Dua Produk Asal Palestina

Kamis, 28 Februari 2019 17:30 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Sepakat Bebaskan Tarif Bea Masuk Dua Produk Asal Palestina Mendag Enggar. Syifa Hanifa ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melakukan pertemuan dengan Duta Besar Palestina Zuhair Al-Shun di Kantornya, Jakarta. Adapun pertemuan ini membahas mengenai penghapusan tarif bea masuk untuk beberapa komoditas asal Palestina.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang juga mendampingi JK menyampaikan, dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut, pemerintah sepakat memberikan pembebasan tarif untuk dua komoditas asal Palestina, yakni produk kurma dan minyak zaitun.

"Mengenai bea masuk untuk dua komoditi yang kita berikan atas permintaan dari Palestina yaitu korma dan minyak zaitun dengan bea masuk nol persen sampai dengan tata caranya. Karena PMK (Peraturan Menteri Keuangan) itu dikeluarkan bebas bea masuk nol persen setelah itu tindak lanjutnya adalah tata cara pemasukannya," kata Enggar saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (28/2).

Enggar menyampaikan, dalam pertemuan tersebut secara tegas Wapres JK juga memberikan mandat langsung kepada Palestina agar menyiapkan beberapa komoditas yang ingin masuk ke Indonesia. Pemerintah Indonesia membuka pintu lebar untuk memberikan kemudahan terhadap Palestina.

"Jadi ditekankan kepada Bapak Wapres JK sekali lagi pasti akan nol persen. Tidak ada studi seperti prosedur yang biasa. Kalau prosedur biasa setiap perjanjian kami bikin studi dulu kita buat telaahan untung ruginya kalau dengan palestina tidak," tegasnya.

Enggar mengatakan, pembebasan tarif untuk dua komoditas asal Palestina tersebut juga merupakan komitmen atas dukungan kebijakan politik pemerintah Indonesia. "Secara keseluruhan Presiden ( Jokowi) dan Wapres menggariskan minta berikan dukungan juga dalam bidang ekonomi," katanya.

Atas dukungan tersebut, lanjut Enggar, secara efektif ini sudah mulai berlaku ketentuan bea masuk nol persen dengan ketentuan dan tata caranya. "Insya Allah bulan Ramadhan nanti kita sudah bisa menikmati kurma dari Palestina," pungkasnya.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah Indonesia yang telah membantu dalam hal perdagangan ini. Sebagai timbal balik, Pemerintah Palestina pun membuka keran lebar apabila produk-produk Indonesia ingin masuk ke negaranya.

"Hari ini adalah pertemuan yang sangat membuahkan hasil dan sangat luar biasa yang sangat membantu pemerintah Palestina dalam hal perdagangan," ungkapnya.

"Bagaimana keadaan perpolitikan di Palestina yang sedang sangat sulit dan kehidupan kami yang sangat sulit kami menyambut perdagangan ini. Akan senantiasa menyambut baik seluruh komoditi yang akan di impor ke Palestina," tutupnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini