OJK soal IHSG Anjlok: Jangan Khawatir, Fundamental Saham Bagus

Jumat, 20 Maret 2020 21:07 Reporter : Idris Rusadi Putra
OJK soal IHSG Anjlok: Jangan Khawatir, Fundamental Saham Bagus Ketua OJK Wimboh Santoso. ©2017 merdeka.com/idris

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meminta para investor pasar modal tidak perlu khawatir berlebihan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir.

Wimboh mengatakan, fundamental dari saham emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia masih bagus. Tekanan yang terus mengerek IHSG hingga ke kisaran 4.000 dalam beberapa waktu terakhir hanya disebabkan oleh sentimen negatif.

"Ini tidak perlu khawatir. Jadi semua saham listing di Indonesia melalui pasar modal ini fundamentalnya bagus, ini hanya sentimen negatif saja," kata Wimboh dikutip Antara.

Wimboh mengatakan, relaksasi di sektor riil yang dilakukan otoritas akan memberikan stimulus kepada para emiten. Otoritas telah merelaksasi penilaian kolektabilitas kredit bermasalah debitur dan juga restrukturisasi kredit bagi UMKM.

Selain stimulus mengenai kelonggaran kewajiban debitur, OJK juga telah menerapkan kebijakan di pasar modal seperti tidak diperbolehkan melakukan short selling dan penerapan auto rejection untuk mengendalikan agar tidak terjadi kepanikan.

Short selling adalah aksi menjual saham tanpa memiliki saham perusahaan tersebut terlebih dahulu. Saham yang dijual akan dipinjamkan dulu oleh sekuritas (broker), kemudian investor harus mengganti saham tersebut dengan membeli kembali saham perusahaan yang telah dijual.

Sedangkan Auto Rejection adalah penolakan secara otomatis oleh sistem perdagangan efek yang berlaku di bursa terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli efek bersifat ekuitas yang melampaui batasan harga atau jumlah yang ditetapkan oleh BEI.

1 dari 1 halaman

IHSG Anjlok

rev1

Setelah pandemi COVID-19 semakin meluas, IHSG terus mengalami penurunan. Namun, IHSG yang sempat merosot ke bawah level 4.000 berhasil kembali pada perdagangan sesi II, Jumat ini.

Jumat sore ini, IHSG ditutup menguat 89,52 poin atau 2,18 persen ke posisi 4.194,94. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 12,64 poin atau 2,07 persen menjadi 624,76.

Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, penyebab menguatnya IHSG adalah karena para pelaku pasar sangat mengapresiasi peran pemerintah dalam rangka menanggulangi wabah covid-19 di Tanah Air. Bahkan, pemesanan obat Avigan dan Chloroquine oleh pemerintah akan dilaksanakan secara besar-besaran.

"Di sisi lain, para pelaku pasar juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam rangka menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps dalam rangka mendukung stabilitas pertumbuhan ekonomi domestik di tengah-tengah pelemahan Rupiah," ujar Nafan. [idr]

Baca juga:
Di April 2020, IHSG Diprediksi Melemah ke 3.800 dan Nilai Tukar Rp16.500 per USD
Rupiah Dibuka Melemah di Rp15.963 per USD, IHSG Turun ke 3.933
BEI Bekukan Perdagangan Saham, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi
IHSG Bisa Sentuh 4.000 Jika Virus Corona Tak Cepat Ditangani
IHSG Anjlok 5 Persen, BEI Bekukan Perdagangan Saham
Kenapa Indonesia Belum Ikuti Jejak Filipina Tutup Perdagangan Saham?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini