Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Bahlil Nilai IPK Tinggi Tak Menjamin Langsung dapat Kerja

Menteri Bahlil Nilai IPK Tinggi Tak Menjamin Langsung dapat Kerja Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia meminta, kepada seluruh mahasiswa-mahasiswi di seluruh Indonesia agar tidak hanya mengandalkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai modal kerja. Sebab, IPK tinggi sekalipun tidak menjadi patokan bisa berkompetisi di dunia kerja.

"IPK di kampus 3,5 lulus dengan cumlaude tapi kalau dia kutu buku maka dia tidak bisa berkompetisi di dunia kerja, lapangan nyata," kata Menteri Bahlil dalam kuliah umum di Universitas Citra Bangsa Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (22/5).

Dia mengatakan, di dalam proses perkuliahan, 25 persen adalah teori. Sementara, 75 persen itu berada di luar kampus, atau mereka yang aktif di organisasi eksternal.

"Coba lihat anak-anak aktivis GMNI, HMI, PMII itu tidak sampai 3 (IPK) tetapi disuruh pidato 3 jam masih kurang itu materi pasti dihajar terus," jelasnya.

"Coba lihat para dosen yang aktivis dan bukan aktivis itu pasti beda cara metodologinya begitupun menteri investasi kalau tidak menjadi aktivis tidak bisa menjadi ini barang," sambungnya.

Oleh sebab itu, dia menekankan bahwa proses pengembangan diri itu penting dan jangan hanya menggantungkan diri kepada dosen saja. Mengingat ilmu dari luar juga lebih banyak, khususnya organisasi eksternal.

Jokowi Sebut Pengangguran di Indonesia Hampir 10 Juta Akibat Covid-19

pengangguran di indonesia hampir 10 juta akibat covid 19Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut saat ini, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 10 juta orang. Salah satunya, dikarenakan pandemi Covid-19 yang sudah satu tahun melanda Indonesia.

"Sudah ada sekarang ini hampir 10 juta pengangguran di negara kita baik karena pandemi dan juga angkatan kerja baru," kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan dari Istana Negara Jakarta, Kamis (4/3).

Untuk itu, dia meminta agar para pelaku usaha membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Pasalnya, pembukaan lapangan kerja dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang anjlok pada 2020 akibat pandemi.

Jokowi sendiri menargetkan ekonomi nasional harus dapat tumbuh positif di angka 5 persen pada 2021. Menurut dia, hal lain yang dapat dilakukan agar ekonomi tumbuh positif yakni, dengan mengundang investasi baru.

"Kunci growth, kunci pertumbuhan ekonomi kita adalah di investasi. Karena ngga mungkin kita menambah secara drastis APBN kita. Artinya kuncinya ada di investasi serta menciptakan peluang kerja yang sebanyak-banyaknya. Ini yang ditunggu-tunggu masyarakat," jelas dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran pada Agustus 2020 mengalami peningkatan sebesar 2,67 juta orang. Dengan demikian, jumlah angkatan kerja di Tanah Air yang menganggur menjadi 9,77 juta orang.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus tersebut merupakan imbas dari pandemi Covid-19. Di mana, terjadi kenaikan dari 5,32 persen menjadi 7,07 persen di Agustus 2020.

Berdasarkan lokasi, jumlah pengangguran di kota mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan di desa. Di mana, di kota tingkat pengangguran meningkat 2,69 persen sementara di desa hanya 0,79 persen.

Peningkatan TPT terjadi lantaran terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja per Agustus 2020 sebesar 2,36 juta orang menjadi 138,22 juta orang. Meski terjadi kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 0,24 persen poin menjadi 67,77 persen namun terjadi penurunan jumlah penduduk yang bekerja.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP