Bawang lokal lebih mahal dari impor, Mentan minta rakyat maklum
Merdeka.com - Menteri Pertanian Suswono prihatin harga bawang putih lokal kalah dibanding bawang putih impor asal China. Padahal secara kualitas, dia meyakini hasil produksi dalam negeri lebih bagus.
Atas dasar itu, jika di pasar konsumen menemukan harganya lebih mahal dari bawang impor dari China, dia berharap masyarakat memaklumi.
"Dari sisi rasa, kualitas bawang putih kita jauh di atas China. Satu siung kita setara tiga siung bawang China, jadi kalau mahal seharusnya dihargai," kata Suswono di kantornya, Selasa (16/7).
Kendati demikian, dia mengakui pembebasan impor bawang putih dari China bisa menurunkan harga. Tiga bulan lalu, harga bumbu dapur itu sempat melebihi Rp 60.000 per kilogram. Saat ini, dari pantauan Kementerian Pertanian, harga bawang putih di kisaran Rp 15.000 per kilogram.
"Bawang putih setelah kita bebaskan impor, allhamdulillah harganya sudah turun. Sekarang Rp 15.000-an per kilo, bahkan ada yang di bawah itu," paparnya.
Namun, fenomena penurunan harga membuat politikus PKS ini masygul. Dia berharap Litbang Kementan sanggup menggenjot produksi bawang dalam negeri yang baru bisa memenuhi 5 persen kebutuhan nasional.
Sebab, produk sejenis dari China bisa dijual murah sekali dengan kuantitas yang sangat banyak.
"Di grosir, seperti Pasar Kemang Bogor, bawang putih dijual hanya Rp 6.500, saya jadi heran, di China dijual berapa. Ini tantangan buat peneliti kita, supaya membuat produk pertanian yang punya daya saing," kata Suswono. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya