90 Persen Kacamata Indonesia Produk Impor, Didominasi dari China

Rabu, 15 Mei 2019 14:20 Reporter : Merdeka
90 Persen Kacamata Indonesia Produk Impor, Didominasi dari China Direktur Jenderal IKMA Gati Wibawaningsih soal impor kacamata. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Pasar kacamata Indonesia masih dikuasai oleh produk impor. Saat ini 90 persen produk kacamata yang beredar di Indonesia didominasi produk asal China.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, mengatakan saat ini hanya tinggal tersisa satu perusahaan kacamata yang ada di dalam negeri yaitu PT Atalla Indonesia. Satu industri tersebut hanya menguasai 10 persen dari pangsa pasar kacamata nasional.

"Industri ini cuma satu-satunya di Indonesia. Kita harus support. Ini kita impornya 90 persen, cuma 10 persen yang dikuasai oleh Atalla," ujar dia di Tangerang, Banten, Rabu (15/5).

Menurut Gati, industri kacamata lokal memang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Jika tidak, maka tidak ada lagi kacamata yang diproduksi di dalam negeri.

"Ini harus dikembangkan karena potensinya besar. Kita akan promosikan. Ini perlu didorong," kata dia.

Sementara itu, Direktur PT Atalla Indonesia, Wenjoko Sidharta mengatakan, selama ini Atalla memang menjadi satu-satunya industri kacamata yang mampu bertahan. Meski menjadi pemain tunggal, Atalla justru kesulitan untuk bersaing dengan produk-produk impor asal Negeri Tirai Bambu.

"Saya tidak keberatan kalau ada industri sejenis investasi di dalam negeri. Sekarang hampir 90 persen raw material juga masih impor. Tapi kalau industri ini tumbuh, maka akan ada industri spare part-nya di dalam negeri. Sekarang pengusaha asing yang impor dan buka toko sendiri itu sudah banyak," ucapnya.

Dia menjelaskan, salah satu sebab produk impor mampu menguasai pasar dalam negeri lantaran produk kacamata tersebut merupakan barang imitasi atau yang biasa disebut KW. Hal ini membuat produk impor tersebut laris manis di pasaran meski kualitasnya rendah.

Padahal, harga jual kacamata produksi dalam negeri terhitung lebih murah, namun tetap saja konsumen lebih memilih membeli kacamata KW dengan merek yang sudah terkenal.

"Dari 90 persen, 80 persennya itu produk KW. Misalnya Oakley, Gucci, Police. Masa kacamata Gucci harganya Rp 20.000 hingga Rp 30.000. Kan enggak masuk akal. Tetapi masalahnya pemegang mereknya malah tidak komplain," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Joko berharap pemerintah memiliki solusi untuk menekan banjirnya impor kacamata. Jika tidak, maka industri kacamata dalam negeri akan sulit untuk berkembang. "Kita tidak minta apa-apa, tapi tolong ini disetarakan. Kita kalah dengan produk KW dan tidak ada satu pun yang bisa lakukan sesuatu," tandasnya.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini