Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis yang Wajib Diketahui, Jangan Sampai Keliru

Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis yang Wajib Diketahui, Jangan Sampai Keliru Ilustrasi sperma. www.google.com

Merdeka.com - Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis wajib untuk diketahui. Sebab, kedua istilah dalam biologi tersebut memiliki perbedaan mendasar yang seringkali terjadi salah kaprah.

Kedua istilah yang secara langsung merujuk pada anatomi tubuh makhluk hidup tersebut memiliki kaitan erat dengan proses terjadinya pembuahan. Proses pembuahan itu sendiri merupakan salah satu peristiwa biologis yang mengawali sebuah kehidupan baru dari makhluk hidup.

Tak terkecuali manusia, proses dan perbedaan spermatogenesis dan oogenesis tersebut juga terjadi dalam kurun waktu tertentu menjelang terjadinya pembuahan atau kehamilan. Melalui kedua proses tersebut, maka kehamilan pun dimungkinkan dapat terjadi.

Lantas, apa sebenarnya yang disebut sebagai proses spermatogenesis dan oogenesis dalam kehidupan tersebut? Simak uraian berikut ini yang membahas tentang perbedaan spermatogenesis dan oogenesis, dirangkum dari berbagai sumber.

Pengertian Spermatogenesis

Dikutip dari Alodokter, perbedaan spermatogenesis dan oogenesis yang pertama adalah pada pengertian beserta konsepnya. Proses spermatogenesis merupakan sebuah istilah dalam medis yang merujuk pada serangkaian proses produksi hingga pematangan sel sperma.

Seluruh proses spermatogenesis tersebut tak lain berlangsung di dalam testis pria. Seperti yang telah diketahui, sel sperma merupakan salah satu unsur yang harus ada untuk terjadi sebuah proses pembuahan sel telur pada wanita. Saat pembuahan tersebut berhasil, maka secara otomatis dapat terjadi sebuah kondisi medis yang disebut dengan kehamilan atau awal dari sebuah kehidupan baru bagi janin.

ilustrasi sperma

©Shutterstock/Alex Mit

Proses spermatogenesis tersebut pun juga berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang. Sebab, spermatogenesis tersebut harus melewati serangkaian proses panjang untuk menghasilkan sel sperma sebagai salah satu unsur terjadinya pembuahan di dalam tubuh.

Pengertian Oogenesis

Sebaliknya, oogenesis merupakan sebuah proses yang merujuk pada istilah medis saat terjadi serangkaian produksi hingga pematangan sel telur wanita. Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis yang satu ini sebenarnya cukup mendasar.

Proses oogenesis tersebut juga disesuaikan dengan organ reproduksi pada wanita. Jika proses spermatogenesis tersebut terjadi di dalam testis pria, maka proses oogenesis tersebut pun juga berlangsung di dalam organ vital wanita yakni ovarium rahim.

reproduksi

©2015 Merdeka.com

Sama halnya dengan proses spermatogenesis, oogenesis juga memerlukan serangkaian proses yang panjang sebelum akhirnya dilepaskan menjadi ovum ke tuba falopi untuk mengalami pembuahan.

Proses Spermatogenesis

Sebelum dilepaskan menjadi sel sperma, serangkaian proses produksi hingga pematangan sel pun terjadi di dalam testis. Istilah spermatogenesis tersebut merupakan serangkaian produksi sel sperma yang terjadi melalui 5 tahap, di antaranya yakni sebagai berikut:

  • Spermatogonium
  • Langkah pertama pada proses spermatogenesis adalah spermatogonoium. Tahap ini tak lain merupakan langkah awal bagi sperma untuk diproduksi di dalam testis pria. Hal ini menjadi perbedaan spermatogenesis dan oogenesis yang wajib diketahui. Berdasarkan penelitian, spermatogonium tersebut terdiri dari 46 kromosom berpasangan.

  • Spermatosis Primer
  • Usai terjadi proses spermatogonium, maka tahap selanjutnya adalah munculnya hasil dari spermatogonium yang disebut dengan spermatosis primer. Tahap ini, sel sperma berjumlah 46 kromosom yang dihasilkan tersebut tidak mengalami pembelahan namun justru pematangan.

    ilustrasi sperma

    ©©Thinkstock photos/ Getty Images 

  • Spermatosit Sekunder
  • Tahap ketiga yakni terjadinya spermatosis sekunder. Istilah tersebut merujuk pada hasil meiosis dari tahap sebelumnya. Berbeda dengan tahap spermatosis primer, spermatosis sekunder kini terdiri dari 23 kromosom yang bersifat haploid. Sifat haploid tersebut merupakan istilah bagi kromosom yang tidak berpasangan.

  • Spermatid
  • Tahap keempat dari spermatogenesis adalah terjadinya spermatid. Spermatid tak lain merupakan hasil meosis II dari proses spermatosit sekunder. Sama dengan spermatosit sekunder, spermatid juga bersifat haploid yakni tidak berpasangan dan terdiri dari 23 kromosom.

  • Spermatozoa/Sel Sperma
  • Tahap terakhir dari spermatogenesis adalah munculnya produksi sel sperma yang telah dimatangkan. Sperma tak lain merupakan hasil perubahan bentuk dari tahapan terakhirnya yakni spermatid. Pada tahap ini, sel sperma menjadi lebih matang dengan bentuk yang lengkap seperti adanya kepala, leher, hingga ekor. Sel sperma disebut memiliki 23 kromosom yang siap dan tetap bersifat haploid atau tidak berpasangan.

    Proses Oogenesis

    Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis yang mendasar berikutnya yakni terletak pada prosesnya. Sama halnya dengan spermatogenesis, oogenesis juga harus melewati beberapa tahap sebelum akhirnya menjadi ovum yang siap untuk dibuahi. Beberapa tahapan tersebut antara lain yakni:

  • Oogonium
  • Tahap pertama dari proses oogenesis adalah oogonium. Sama halnya dengan spermatogonium, pada tahap ini oogononium terdiri dari 46 kromosom dan berpasangan.

  • Oosit Primer
  • Tahap kedua setelah oogonium adalah oosit primer. Pada tahap ini, oosit primer yang merupakan hasil dari mitosis tahap sebelumnya tidak melakukan pembelahan namun justru menuju pematangan.

    ilustrasi sperma

    ©Shutterstock.com/Sebastian Kaulitzki

  • Oosit Sekunder dan Polosit
  • Oosit sekunder merupakan istilah yang merujuk pada hasil meiosis I dari tahapan sebelumnya. Pada tahap ini, oosit sekunder dan polosit juga terdiri dari 23 kromosom yang tak berpasangan.

  • Ootid dan 3 Sel
  • Tak hanya sampai di sana, proses meiosis pun tetap berlanjut hingga menghasilkan ootid dan 3 sel yang disebut polosit. Sama seperti sebelumnya, ootid dan 3 sel tersebut juga tak berpasangan.

  • Ovum
  • Tahap terakhir dari oogenesis adalah munculnya ovum. Ovum merupakan hasil perubahan bentuk dari tahapan sebelumnya. Ovum diklaim terdiri dari 23 kromosom yang siap untuk dibuahi sel sperma.

    (mdk/mta)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP