Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Kaki Bengkak Pada Lansia dan Cara Mengatasinya

Penyebab Kaki Bengkak Pada Lansia dan Cara Mengatasinya Ilustrasi Kaki Bengkak. ©health.usnews.com

Merdeka.com - Penyebab kaki bengkak pada lansia bisa dikarenakan berbagai faktor pemicu. Di usia senja, banyak lansia memang mengalami keluhan kesehatan. Salah satunya ialah kaki yang mendadak bengkak. Kondisi ini sering disebut juga dengan edema ekstremitas bawah.

Pada beberapa kasus, kaki bengkak pada lansia bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Namun, kondisi ini juga tidak boleh dianggap remeh, karena dapat mengganggu pergerakan, hingga menyebabkan kerusakan kulit di kaki lansia.

Secara umum, pembengkakan kaki terjadi akibat adanya cairan berlebih atau penumpukan cairan. Lalu, apa saja penyebab dari kaki bengkak pada lansia? Simak penjelasannya dilansir dari Better Health While Aging dan berbagai sumber, Kamis (16/6/2022):

1. Insufisiensi Vena Kronis

Penyebab kaki bengkak pada lansia yang pertama dan paling umum ialah karena insufisiensi vena kronis. Hal ini dikarenakan pembuluh vena tidak memiliki otot di lapisannya seperti pada pembuluh arteri. Sebaliknya, mereka mengandalkan sistem katup untuk menjaga darah agar tidak mengalir mundur.

Kemudian, seiring bertambahnya usia katup tersebut biasanya akan menjadi kurang efektif dan membuat darah tertahan lebih lama di pembuluh. Kondisi inilah yang disebut insufisiensi vena.

Saat kondisi ini tak ditangani dan menjadi kronis, edema atau pembengkakan pada kaki bisa terjadi karena adanya cairan ekstra di dalam vena. Insufisiensi vena juga dapat menyebabkan terjadinya peradangan pembuluh darah, luka dan bahkan terkadang selulitis (infeksi kulit).

Perlu diketahui, bahwa vena adalah pembuluh darah yang mengembalikan darah ke jantung, sehingga dapat dipompa ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen.

2. Gagal Jantung Kongestif

Penyebab kaki bengkak pada lansia juga bisa dikarenakan gagal jantung kongestif. Kondisi ini terjadi ketika otot jantung melemah dan tidak bisa memompa darah secara efektif seperti seharusnya. Ketika kondisi ini berlangsung lebih dari beberapa minggu, dan aliran darah ke ginjal berkurang, dapat terjadi retensi garam dan cairan dalam tubuh, sehingga timbul pembengkakan di kaki.3. Efek Samping Obat-obatanObat jenis tertentu juga disebut bisa memperburuk kaki bengkak pada lansia. Berikut ini beberapa obat yang memiliki efek samping berupa pembengkakan di kaki pada lansia:

  • Obat antihipertensi, seperti penghambat saluran kalsium, pemblokir beta, klonidin, hidralazin, minoksidil, dan metildopa.
  • Obat-obatan hormon, seperti kortikosteroid, estrogen, progesteron, dan testosteron.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (termasuk obat pereda nyeri yang dijual bebas).
  • Pioglitazone.
  • Rosiglitazone.
  • Inhibitor monoamine oksidase.
  • 4. Penyakit Pada HatiPenyakit pada hati seperti sirosis hari, juga bisa menjadi penyebab dari kaki bengkak. Organ hati merupakan tempat di mana tubuh memproduksi albumin, yakni komponen utama protein dalam darah. Namun, pada penderita sirosis organ hati yang rusak tidak dapat lagi mempertahankan produksi albumin dan protein penting lain yang memadai.Tingkat protein darah yang lebih rendah dapat membuat cairan bocor ke ruang interstisial, yang dapat menyebabkan kaki bengkak pada lansia.

    5. Ginjal

    Selain penyakit pada hati, penyakit ginjal juga bisa menyebabkan kaki membengkak. Masalah pada ginjal yang bernama sindrom nefrotik dikaitkan dengan kebocoran protein ke dalam urine. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan di kaki atau bagian tubuh lainnya.6. LimfedemaLimfedema adalah kelebihan atau penumpukan cairan di pembuluh limfatik. Selain bergerak melalui pembuluh darah, cairan tubuh juga mengalir melalui jaringan pembuluh limfatik yang terhubung ke kelenjar getah bening.Ketika ada terlalu banyak cairan yang perlu dialirkan oleh sistem getah bening atau tidak cukupnya kapasitas di saluran limfatik, maka pembengkakan pada kaki adalah salah satu akibatnya.7. CederaPergelangan kaki terkilir akibat cedera atau salah langkah, dapat menyebabkan otot ligamen merenggang karena harus menahan pergelangan kaki yang cedera. Kondisi ini bisa memicu terjadinya kaki bengkak.

    8. Infeksi

    Pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki bisa menjadi gejala infeksi. Orang yang lebih berisiko mengalami kaki bengkak akibat infeksi adalah penderita diabetes. Oleh karena itu, jika Anda memiliki keluarga lansia penderita diabetes penting untuk selalu memeriksa kondisi kaki setiap ada lecet atau luka. Cara Mengatasi Kaki BengkakMelansir dari laman Alodokter, ada beberapa cara mengatasi kaki bengkak pada lansia. Kaki bengkak ringan bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi ada juga yang perlu ditangani oleh dokter jika gejalanya tak kunjung reda. Untuk mengobati keluhan kaki bengkak yang Anda alami, dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan penyebab kaki bengkak. Selain dengan pengobatan medis dari dokter, Anda juga dapat meringankan keluhan kaki bengkak dengan beberapa cara berikut ini:

  •     Gunakan kaus kaki kompresi untuk mencegah penggumpalan darah pada kaki.
  •     Rendam kaki di dalam bak berisi larutan air garam selama 15–20 menit untuk mengurangi nyeri pada kaki yang bengkak.
  •     Cobalah bergerak setiap jam untuk meregangkan lutut dan pergelangan kaki, jika kaki bengkak terjadi akibat terlalu lama duduk.
  •     Turunkan berat badan jika kaki bengkak yang dialami karena kelebihan berat badan.
  • Penyebab kaki bengkak bisa bermacam-macam dan penanganannya pun tidak sama. Untuk para lansia, alangkah lebih baiknya segera memeriksakan ke dokter jika mengalami pembengkakan pada kaki. Karena kondisi itu bisa menjadi salah satu tanda gejala dari kondisi yang lebih serius.

    (mdk/khu)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP