Kemegahan Masjid Raya Sumatera Barat dengan Nuansa Khas Minang

Senin, 3 Mei 2021 12:00 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Kemegahan Masjid Raya Sumatera Barat dengan Nuansa Khas Minang Masjid Raya Sumatra Barat. ©2021 Merdeka.com/Pranata

Merdeka.com - Bangunan masjid identik dengan bentuk kubah. Namun, tidak dengan masjid yang satu ini. Masjid Raya Sumatera Barat memiliki kubah bak rumah adat khas Minangkabau yaitu Rumah Gadang. Bagian atapnya memiliki empat sudut yang meruncing.

Setiap sisi atapnya terlukis kaligrafi bernuansa emas yang memukau. Megah dan menakjubkan. Jika dilihat lebih detail, atap ini tak hanya berbentuk Rumah Gadang saja. Namun juga membentuk bentangan kain yang ditarik di empat sudutnya.

Bentangan kain ini menyimbolkan kain yang digunakan untuk mengusung Hajar Aswad pada zaman Nabi Muhammad. Atap Masjid Raya Sumatera Barat memang memiliki dua makna yang mendalam yang nilai Islam dan adat Minangkabau.

masjid raya sumatra barat
©2021 Merdeka.com/Pranata

Masjid yang terletak di Jalan Chatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang ini mampu menampung sekitar 20.000 jemaah yang terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama merupakan tempat wudhu. Lantai dua menjadi lantai utama untuk salat. Lantai ketiga merupakan lantai alternatif untuk jemaah salat.

Pada lantai utama, terdapat mihrab yang mengambil konsep seperti tempat batu hajar aswad di Kabah bernuansa perak. Bagian plafon di hiasi dengan tulisan Asmaul Husna yang menawan berwarna emas.Menariknya lagi, bangunan masjid ini dirancang tidak memiliki tiang pada bagian tengah ruangan. Jemaah tidak terganggu dengan tiang-tiang di tengah masjid.

masjid raya sumatra barat
©2021 Merdeka.com/Pranata

Suasana nyaman juga terasa saat menginjakkan kaki di karpet masjid.Karpet permadani lembut berwarna merah ini berasal dari Turki. Merupakan bantuan dari pemerintah Turki dalam proses pembangunan masjid yang menghabiskan dana Rp 350 miliar lebih ini.

Masjid Raya Sumbar juga memiliki menara yang menjulang dengan ketinggian 85 meter. Menara tersebut hingga ketinggian 44 meter menggunakan lift sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Padang dari ketinggian.

masjid raya sumatra barat
©2021 Merdeka.com/Pranata

Seluk beluk masjid ini terukir indah. Pada dinding Masjid Raya ini berbentuk ukiran Minang dengan rongga besar. Membuat sirkulasi udara lancar dan terasa sejuk di dalam meski hawa panas menyelimuti.

Keistimewaan masjid ini tidak hanya pada kemegahannya saja. Pembangunan masjid ini punya proses yang unik dengan sayembara yang melibatkan 323 arsitek. Rizal Muslimin pemenang sayembara ini dengan desain masjid tahan gempa

Masjid dengan luas mencapai 4.430 meter ini dibangun dengan konstruksi tahan gempa sampai 10 magnitudo. Jika ada bencana gempa dan tsunami lantai dua difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara.

masjid raya sumatra barat
©2021 Merdeka.com/Pranata

Pada malam hari, Masjid Raya terlihat anggun dengan lampu yang menghiasi sekeliling masjid. Masjid yang dibangun pada 2007 ini dari jauh terlihat menyala. Bagian luar, terdapat taman dengan hamparan rumput. Masjid ini juga dilengkapi fasilitas parkir yang bisa menampung sekitar 600 mobil.

Lokasinya yang strategis, Masjid Raya Sumbar kerap dikunjungi para traveler. Tempat ibadah ini menjadiikon kebanggaan di Tanah Padang. Berkunjung ke Padang rasanya kurang lengkap jika tak mampir ke Masjid Raya Sumbar sekadar berfoto di luar atau melaksanakan salat di dalamnya. Berkat keindahannya, masjid megah dan unik juga kerap menjadi lokasi foto prewedding bagi pengantin. [Tys]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini