Keanggunan Wanita dalam Busana Adat Lampung Pepadun

Jumat, 11 Juni 2021 13:00 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Keanggunan Wanita dalam Busana Adat Lampung Pepadun Baju Adat Lampung Tulang Bawang. ©2021 Merdeka.com/Story Art31

Merdeka.com - Berbalut kebaya berwarna putih dengan siger atau mahkota, wanita berbusana adat Lampung Pepadun ini nampak anggun. Berbagai perhiasan digunakan mulai dari ujung kaki sampai ke kepala. Kemilau emas menambah kesan estetik sendiri saat menggunakan busana adat Lampung Pepadun.

Busana adat Lampung Pepadun memiliki model, corak, dan keunikan tersendiri tidak dimiliki dari suku lain. Setiap detail hiasan pakaian sang wanita memiliki makna. Dari siger yang berlekuk 9, kain tapis yang melilit, gelang dan kalung dan segala pernak-perniknya. Menggunakan busana Adat Lampung Pepadun seolah menggambarkan kebesaran kebudayaan Lampung.

Corak warna pakaian adat istiadat Lampung Pepadun adalah warna putih dan aksesorinya kuning keemasan. Meski terlihat sederhana dengan baju berwarna putih namun pernak-perniknya membuat adat Lampung Pepadun terlihat bersahaja dan berkelas.

baju adat tulang bawang lampung
©2021 Merdeka.com/Story Art31

Keelokan pesona wanita dalam balutan adat Lampung Pepadun tertuju pada hiasan kepala, Siger Pepadun. Mahkota emas kekuningan ini memiliki 9 lekukan ini tersemat manis di kepala dengan berat mencapai 4 kilogram. 9 lekukan di siger ini menandakan ada sembilan marga asal Lampung yang bersatu yang disebut lekuk siwa atau siwo.

Ujung mahkotanya yang berbentuk runcing melambangkan aliran sungai yang ada di Lampung. Bunga logam yang menjuntai menyimbolkan kesucian dari sang wanita. Seraja bulan yang menyimbolkan keagungan.

Penampilan wanita saat menggunakan siger Pepadun tentu saja terlihat lebih anggun dan menawan. Dengan segala filosfi dan makna yang terkandung di dalamnya.

baju adat tulang bawang lampung
©2021 Merdeka.com/Story Art31

Suku Pepadun yang merupakan suku dari daerah Lampung memiliki ciri khas busana berwarna putih dan emas. Sang wanita tampil menawan dengan kebaya berwarna putih tertutup. Bagian bawah, kain tapis kain tradisional Lampung dengan pola motif khusus dari benang emas atau perak melilit manis menutup tubuh bagian pinggang hingga mata kaki.

Meskipun terlihat sederhana, namun penampilan sang wanita terlihat elegan dengan segala pernak-perniknya. Di dada dan lehernya terkalung kalung papan jajar, kalung jukum, kalung panjang. Bagian lengannya, gelang burung, gelang kano, gelang bibit. Perhiasan pinggang berupa selempang pinang yang melintang dari bahu ke pinggang.

baju adat tulang bawang lampung
©2021 Merdeka.com/Story Art31

Ikat pinggang yang terbuat dari kain beludru berwarna merah berhias kelopak bunga dari kuningan ini menampilkan lekuk tubuh. Tak lupa, jemarinya ditutup dengan emas yang runcing bernama Tanggai. Tanggai melambangkan kehalusan dan kecantikan dari putri – putri raja. Setiap detail aksesoris busana adat Lampung Pepadun ini memiliki makna sakral.

baju adat tulang bawang lampung
©2021 Merdeka.com/Story Art31

Feminin, elegan, bersahaja dan juga berkelas tersirat saat menggunakan busana adat Lampung Pepadun. Tak sedikit pria yang terpikat saat wanita menggunakan busana adat Lampung Pepadun karena menimbulkan kesan yang berbeda.

Pakaian adat Lampung Pepadun merupakan salahsatu peninggalan budaya nasional. Hingga saat ini busana adat Lampung Pepadun masih sering dipakai untuk hari pernikahan dan pertunjukan seni tari. Dengan memakai busana tradisional Lampung ini menjaga kearifan lokal daerah serta turut melestarikan budaya Indonesia.


[Tys]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Picture First
  3. Pakaian Adat
  4. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini