Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenali Tanda-tanda Luka yang Infeksi, Ini Cara Mencegahnya

Kenali Tanda-tanda Luka yang Infeksi, Ini Cara Mencegahnya Ilustrasi luka iris. ©Shutterstock.com/Dimitar Yalamov

Merdeka.com - Luka adalah area kulit yang rusak yang biasanya diakibatkan oleh beberapa bentuk trauma. Luka bisa muncul di bagian tubuh mana pun.

Saat kuman masuk ke jaringan sensitif di bawah kulit kita melalui luka, luka tersebut dapat terinfeksi. Infeksi dapat berkembang kapan saja antara dua atau tiga hari setelah luka terjadi sampai terlihat sembuh.

Gejalanya bisa berupa bertambahnya rasa sakit, bengkak, dan kemerahan. Infeksi yang lebih parah dapat menyebabkan mual, menggigil, atau demam.

Seseorang mungkin dapat mengobati infeksi luka ringan di rumah. Namun, orang dengan infeksi luka yang lebih parah atau terus menerus harus mencari pertolongan medis.

Berikut merdeka.com merangkum selengkapnya tanda-tanda luka yang terinfeksi, beserta cara mencegahnya dilansir dari Medical News Today:

Tanda-tanda Luka yang Terinfeksi

Orang biasanya dapat dengan aman merawat luka kecil, seperti luka kecil dan goresan, di rumah. Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar luka kecil secara bertahap akan membaik hingga sembuh sepenuhnya.

Namun, jika luka terinfeksi, itu bisa menjadi lebih buruk daripada lebih baik. Nyeri, kemerahan, dan bengkak biasanya akan meningkat intensitasnya.

Infeksi luka juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti:

  • kulit terasa hangat di sekitar luka
  • keluarnya cairan berwarna kuning atau hijau yang berasal dari luka
  • luka mengeluarkan bau yang tidak sedap
  • guratan merah pada kulit di sekitar luka
  • demam dan menggigil
  • sakit dan nyeri
  • mual
  • muntah
  • Mengobati luka yang terinfeksi di rumah

    Orang dengan infeksi ringan pada luka kecil mungkin bisa merawat lukanya di rumah. Namun, infeksi luka yang lebih parah memerlukan perhatian medis segera, terutama yang terjadi bersamaan dengan gejala lain, seperti demam, perasaan tidak enak badan, atau keluarnya cairan dan garis merah yang berasal dari luka.

    Untuk mengobati luka yang terinfeksi di rumah, ikuti langkah-langkah berikut:

    1. Sebelum memulai, pastikan semua peralatan yang diperlukan bersih. Misalnya jika menggunakan pinset, bersihkan terlebih dahulu dengan alkohol gosok.
    2. Cuci tangan hingga bersih dengan sabun dan air hangat, lalu bilas dan keringkan.
    3. Bersihkan luka atau goresan dengan mengalirkan air hangat di atasnya selama beberapa menit. Gunakan air sabun hangat untuk membersihkan kulit di sekitarnya, tetapi hindari sabun masuk ke luka.
    4. Pastikan tidak ada kotoran, seperti kaca atau kerikil, di luka. Untuk menghilangkan kotoran, gunakan penjepit atau secara hati-hati dan gosok luka dengan kain lembut yang dibasahi.
    5. Jika diinginkan, oleskan salep antiseptik atau petroleum jelly tipis-tipis pada luka atau goresan.
    6. Biarkan kulit mengering dengan sendirinya sebelum menutupinya dengan kain kasa atau perban. Biasanya tidak perlu menutupi luka dan goresan kecil.

    Kiat lain untuk mengobati luka di rumah meliputi:

  • Ganti pembalut luka setidaknya sekali sehari. Segera ganti jika lembab atau kotor.
  • Cuci lukanya dengan lembut setiap hari.
  • Hindari penggunaan hidrogen peroksida atau yodium pada luka karena dapat menyebabkan iritasi kulit pada beberapa orang. Hentikan penggunaan salep antiseptik lain jika menyebabkan iritasi kulit.
  • Jangan mengorek kulit atau keropeng karena dapat menyebabkan jaringan parut, memperlambat penyembuhan, dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Jika luka tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan dalam 1-2 hari, temui dokter.
  • Cara mencegah infeksi luka

    Membersihkan dan melindungi luka dapat mengurangi risiko infeksi. Setelah mengalami luka kecil atau goresan, seseorang harus:

    1. Segera cuci luka dengan mengalirkan air bersih di atasnya selama beberapa menit. Kemudian, bersihkan kulit di sekitar luka dengan air sabun hangat. Jika tidak memungkinkan untuk menggunakan air bersih, obati luka dengan tisu alkohol.
    2. Biarkan kulit mengering dengan sendirinya.
    3. Oleskan salep antiseptik ke luka.
    4. Lindungi luka dengan kain kasa atau pembalut lain yang sesuai.

    Orang dengan luka yang lebih besar atau pendarahan yang berlebihan akan membutuhkan perawatan medis. Seorang profesional perawatan kesehatan dapat merawat cedera untuk mencegah infeksi dan komplikasi lainnya.

    Orang dengan gigitan hewan atau luka akibat benda kotor atau berkarat mungkin berisiko terkena tetanus dan juga harus mencari perhatian medis. Seorang profesional perawatan kesehatan dapat membersihkan luka dan memberi orang tersebut suntikan untuk melindungi dari infeksi tetanus jika perlu.

    Tetanus adalah kondisi yang berpotensi fatal yang terjadi ketika bakteri tertentu masuk ke dalam tubuh dan mengeluarkan racun yang memengaruhi saraf. Gejala tetanus dapat berupa kejang otot yang menyakitkan, rahang terkunci, dan demam.

    (mdk/amd)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP