Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Mencegah Keropos Tulang, Berikan Asupan Kalsium Sejak Dini

Cara Mencegah Keropos Tulang, Berikan Asupan Kalsium Sejak Dini Ilustrasi osteoporosis. © boldsky.com

Merdeka.com - Keropos tulang atau osteoporosis merupakan penyakit tulang yang lebih berisiko dan lebih cepat dialami oleh orang-orang berusia lanjut. Namun, tidak menutup kemungkinan keropos tulang terjadi pada kalangan usia muda.

Penyebab keropos tulang bisa terjadi karena berbagai macam faktor, baik dari genetik maupun gaya hidup. Biasanya, seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang memang semakin pudar.

Keropos tulang merupakan suatu proses yang berlangsung cukup lama dan tentunya tidak terjadi secara tiba-tiba. Masing-masing kasus keropos tulang juga memiliki berbagai penyebab tersendiri yang belum tentu sama.

Informasi dan jadwal dokter spesialis ortopedi terbaik di Jakarta, selengkapnya di sini.

Namun, tak perlu takut. Anda bisa mencegah keropos tulang sejak dini sebelum terlambat. Berikut penjelasan seputar keropos tulang yang telah dirangkum dari kanal dokternicolaas.com.

Penyebab Keropos Tulang: Bertambahnya Usia

005 destriyana

©2015 Merdeka.com/shutterstock/Monika Wisniewska

Keropos tulang atau biasa dikenal dengan osteoporosis merupakan penyakit pengeroposan tulang yang banyak diderita kaum wanita pasca menopause. Penyakit ini ditandai dengan berkurangnya massa atau kepadatan tulang per unit volume, sehingga dapat menyebabkan patah tulang bahkan dengan trauma ringan.

Penyebab keropos tulang pertama yang perlu diketahui adalah akibat bertambahnya usia. Bertambahnya usia merupakan penyebab pengurangan massa tulang yang terjadi secara alami. Penyebab keropos tulang akibat bertambahnya usia kerap dialami oleh pria dan wanita karena menurunnya fungsi osteoblus.

Sedangkan penyebab terbesar kehilangan massa tulang terjadi pada wanita pasca menopause. Hal ini dikarenakan berkurangnya hormon estrogen yang berpengaruh terhadap peningkatan resorpsi tulang.

Penyebab keropos tulang berikutnya terjadi pada wanita yang mengalami operasi pengangkatan rahim. Dokter Nicolaas Budhiparama dari RS Medistra, Jakarta mengatakan bahwa faktor tersebut yang menyebabkan wanita lebih banyak menderita keropos tulang dibanding laki-laki. Kehilangan kepadatan tulang terjadi sejalan dengan pertambahan usia manusia. Semua orang mengalami hal ini, tetapi tidak berarti semua orang mengalami osteoporosis.

Orang Indonesia Lebih Rentan Terkena Keropos Tulang

Selain itu, penyebab keropos tulang lainnya adalah adanya perbedaan secara genetis pada struktur tulang. Misalnya, orang yang berkulit gelap relatif lebih kebal terhadap patah tulang osteoporosis dibandingkan dengan tulang orang Barat.

Dibandingkan dengan orang Barat, tulang orang Indonesia relatif kurang kebal. Masing-masing ras sesungguhnya mempunyai standar kondisi tulang. Akibatnya, standar keropos tulang orang Barat berbeda dari orang Indonesia.

"Itu sebabnya, orang Indonesia mudah dinyatakan menderita keropos tulang, karena alat pengukur ketebalan tulang yang digunakan menggunakan standar orang Barat," jelas Dr Nico yang jugs praktek di RS Siaga Raya, Jakarta.

Olahraga Juga Menjadi Penyebab Keropos Tulang

lari

©VideoBlocks

Olahraga diduga dapat meningkatkan pencapaian titik tertinggi pembentukan tulang. Namun, perlu diketahui bahwa olahraga yang berlebihan justru akan menimbulkan gangguan hipothalamus dan amenorrhea sekunder, yang dapat mengakibatkan berkurangnya ketebalan tulang.

"Jangan melakukan olahraga secara berlebihan," kata Prof. D. Chehab yang juga bertugas di KONI. Faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan agar terhindar dari keropos tulang, yaitu imobilisasi yang berkepanjangan (bed rest), merokok dan minum alkohol. 

Bagian Tubuh yang Rentan Mengalami Keropos Tulang

Menurunnya penebalan tulang osteoporosis merupakan suatu proses penyakit yang menimbulkan penurunan ketebalan tulang. Hal inilah yang menjadi faktor utama bertambahnya risiko patah tulang. Terdapat dua hal penting yang menyangkut penyakit jenis ini, yaitu pencapaian tingkat massa puncak tulang dewasa dan kecepatan penurunan kualitas tulang.

Sehingga, lebih besar ketebalan tulang yang dimiliki seorang wanita maka semakin kecil kemungkinan terjadinya patah tulang karena osteoporotic. Penurunan ketebalan tulang sampai 10 persen dapat mengakibatkan kemungkinan terjadinya patah tulang sampai dua tiga kali lipat.

"Pada bagian-bagian tertentu di tubuh kita kalsium lebih cepat hilang, sehingga tulang menjadi rapuh dan cepat patah. Misalnya, tulang lengan bawah, tulang panggul dan tulang belakang," jelas Prof. Dr. Chehab Rukni Hilmy dari RSCM, Jakarta.

Daerah tulang lengan bawah sering patah pada usia 50-an dan 60-an yang diakibatkan mencoba menahan saat jatuh dengan lengan terbuka. Sedangkan patah tulang panggul umumnya terjadi karena terpeleset di kamar mandi dan sering terjadi pada usia 60-an dan 70-an. Sedangkan usia di atas 70-an, patah tulang punggung sering terjadi karena jatuh terduduk. Penderita patah tulang lengan bawah dan tulang belakang hampir selalu dapat disembuhkan secara sempurna.

Sedangkan pada patah tulang belakang yang menimbulkan rasa nyeri hebat, bisa diatasi dengan menjalani bed rest selama beberapa hari, disusul dengan fisioterapi, obat-obatan dan menggunakan alas bantu back support, brace atau korset untuk penyembuhan. Tentu saja ini memerlukan perawatan yang lama. Komplikasi patah tulang belakang bisa terjadi jika tidak segera diidentifikasi, tidak diobati secara baik dan bisa menyebabkan penderita menjadi semakin bungkuk.

Patah tulang panggul merupakan konsekuensi terberat dari osteoporosis, karena tidak dapat diobati secara konservatif dengan pemasangan traksi yang umumnya memakan waktu lama. Selain itu, penderita usia tua ini umumnya disertai kelainan lain seperti darah tinggi, dan kelainan paru-paru sehingga harus menjalani bed rest.

Cara Mencegah Keropos Tulang

ilustrasi kalsium

©shutterstock.com/concept w

Untuk mencegah keropos tulang yang dapat menimbulkan masalah kesehatan tulang lainnya, masyarakat percaya bahwa mencukupi kebutuhan kalsium dapat mencegah keropos tulang.

Menanggapi hal ini, Prof. D. Chehab dan Dr Nico mengatakan, "Hasil penelitian yang dilakukan tidak dapat membuktikan bahwa kehilangan massa tulang dewasa adalah hasil dari konsumsi kalsium yang rendah atau kurang memadai."

"Dari beberapa penelitian yang dilakukan, kuat dugaan bahwa pemberian kalsium tambahan pada masa kanak-kanak berpengaruh terhadap titik massa tulang dewasa. Jadi bukan setelah orang yang bersangkutan mencapai titik itu," jelas Dr. Nico.

"Karena itu, pemberian kalsium tambahan sebaiknya dilakukan pada masa pertumbuhan, agar anak-anak kelak memiliki kualitas tulang superior," tambah Prof. Dr. Chehab.

"Tetapi yang terpenting adalah menjaga kondisi tubuh kita agar memiliki daya tahan tinggi untuk melawan penyakit," pesan Prof. Dr. Chehab menutup pembicaraan.

(mdk/nis)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP