Ketua MUI jelaskan maksud pernyataan Jokowi soal agama dan politik
Merdeka.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Kamis (30/3). Namun Ma'ruf menegaskan, pertemuan itu tidak membahas pernyataan Jokowi yang meminta politik dan agama dipisahkan.
Ma'ruf memahami pernyataan Presiden yang meminta agama dan politik dipisahkan. Sebab, banyak ditemukan agama justru dijadikan alat bagi pihak tertentu untuk menimbulkan masalah bahkan cenderung menimbulkan radikalisme.
"Pemahaman agama yang radikal kan itu memang menimbulkan masalah kebangsaan," kata Ma'ruf di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (30/3).
Ma'ruf melihat pernyataan Presiden itu disampaikan untuk mereka yang memahami agama secara radikal. Pernyataan Presiden untuk meredam agar 'penganut' agama radikal tak cenderung membuat keresahan dengan berlindung di balik agama.
"Pemahaman saya bahwa beliau itu ada pemahaman keagamaan yang radikal, destruktif sehingga bisa terjadi hal-hal yang bisa bertentangan, bisa menimbulkan keresahan dalam masyarakat," katanya.
Rais Aam PBNU ini berpendapat agama dan politik tak bisa dipisahkan. Menurut dia, setiap persoalan termasuk persoalan politik dapat diredam dengan agama. "Antara politik dan agama saling menopang," katanya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait panasnya suhu politik dalam negeri yang berujung konflik horizontal di tengah masyarakat. Presiden mengingatkan untuk menghindari perpecahan hanya karena berbeda pilihan politik.
"Memang gesekan kecil-kecil kita ini karena Pilkada. Benar nggak? Karena pilgub, pilihan bupati, pilihan walikota, inilah yang harus kita hindarkan," kata Presiden saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3).
Kepala Negara meminta tidak mencampuradukkan antara politik dan agama yang saat ini berujung pada konflik di masyarakat. "Dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik," katanya.
Jokowi meminta pemuka agama mengingatkan umatnya tentang keragaman harus dirawat agar tidak menimbulkan perpecahan.
"Para ulama agar disebarkan, diingatkan, dipahamkan pada kita semua, bahwa kita ini memang beragam, anugerah yang diberikan Allah bahwa kita beragam," katanya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya