Video Penangkapan Anggota TNI Terlibat Narkoba Tersebar, 17 Polisi Dimutasi

Rabu, 12 Desember 2018 23:51 Reporter : Yan Muhardiansyah
Video Penangkapan Anggota TNI Terlibat Narkoba Tersebar, 17 Polisi Dimutasi Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tersebarnya video dan foto penangkapan anggota TNI yang membawa 4 Kg sabu-sabu berbuntut panjang. Sebanyak 17 personel Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan dicopot dari jabatannya karena diduga tidak mematuhi SOP sehingga konten sensitif itu menyebar ke publik.

Berdasarkan informasi dihimpun, 17 personel yang dicopot itu terdiri dari 3 perwira dan selebihnya bintara. "Iya, personel yang menangkap kasus narkoba dengan barang bukti 4 Kg sabu sudah saya mutasikan ke Pelayanan Markas (Yanma) Polda karena mereka dianggap tidak mematuhi SOP yang ada," kata Agus, Rabu (12/12).

Agus tidak merinci nama-nama personel yang dimutasi dari Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan ke Yanma Polda Sumut itu. Dia mempersilakan wartawan bertanya kepada Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Sementara Tatan yang ditanyai wartawan mengaku belum mengetahui siapa saja yang dimutasi terkait kasus penyebaran dokumentasi penangkapan di Jalan Lintas Sumatera, Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin (10/12) dinihari. Namun dia membenarkan tiga di antara yang dicopot berpangkat perwira dan selebihnya bintara.

Dia menyatakan Kapolda Sumut sudah memerintahkan Bidang Propam Polda Sumut untuk memeriksa 17 personel Satres Narkoba Polrestabes Medan. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan. "Jadi kita tunggu hasil pemeriksaannya di Bid Propam Polda," sebut Tatan.

Laporan, foto, dan video penangkapan terhadap Praka JT yang kedapatan membawa 4 Kg sabu-sabu dari Tanjung Balai tersebar ke publik, Senin (10/12). Saat ditangkap, warga Asmil 125 Simbisa, Kompi Balige, itu mengenakan seragam dinas.

Merespons peristiwa ini, Agus kemarin sudah meminta maaf kepada seluruh jajaran TNI AD, khususnya jajaran Kodam I/BB. Menurutnya, ketika perbuatan anggota bisa menyebabkan perpecahan, tidak ada salahnya pimpinan yang meminta maaf.

"Kita di sini mengaku salah. Makanya kita meminta maaf kepada jajaran TNI khususnya Kodam I/BB. Saya rasa tidak ada salahnya meminta maaf, karena itu merupakan hal yang sangat mulia," katanya kepada wartawan, Selasa (11/12).

Menurut Agus, tidak tertutup kemungkinan penyebar video ingin merusak hubungan harmonis antara TNI dan Polri. "Kita akan melakukan pemeriksaan internal kepada anggota yang dengan seenaknya menyebar video penangkapan kasus narkotika jenis sabu-sabu di Tanjung Morawa," ucapnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. TNI Narkoba
  2. Polisi Kriminal
  3. Medan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini