Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sidak Pasar Tradisional, KPPU Makassar Temukan Penyebab Harga Cabai Melonjak

Sidak Pasar Tradisional, KPPU Makassar Temukan Penyebab Harga Cabai Melonjak Cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati. ©2022 Liputan6.com/Faisal Fanani

Merdeka.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah Makassar bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar. Dalam sidak tersebut, KPPU Makassar mengetahui penyebab kenaikan harga cabai yang sangat dikeluhkan masyarakat.

Harga cabai di Makassar terakhir terpantau di kisaran harga Rp60 ribu sampai Rp75 ribu. Sedangkan sebelumnya di kisaran harga Rp40 ribu sampai Rp50 ribu.

Kepala Kantor Wilayah IV KPPU Makassar, Hilman Pujana mengatakan harga cabai dan bawang di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar masih cukup tinggi. Ia mengaku sudah menemukan penyebab tidak stabilnya harga cabai dan bawang di Sulsel.

"Cabai dan bawang merah harga masih tinggi dikarenakan produk dari Sulsel tidak hanya dikonsumsi dari sulsel saja, tetapi juga wilayah Indonesia timur. Di kita produksi bagus dan tidak ada masalah, memang banyak karena keluar daerah," ujarnya saat ditemui di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar, Kamis (7/7).

Hilman menjelaskan saat ini sejumlah daerah di Indonesia Timur mengalami kekurangan stok cabai dan bawang. Hal tersebut terjadi, akibat gagal panen.

"Sehingga yang sentra seperti Sulsel ini akan mengisi kekosongan itu. Pasti akan terdampak dari sisi harga," bebernya.

Sementara Kepala Disdag Makassar, Ashari F Radjamilo mengatakan pihaknya bersama KPPU Makassar untuk melihat secara langsung kondisi harga pangan di sejumlah pasar tradisional, khususnya di Makassar jelang Iduladha. Dari sejumlah bahan pokok, Asharie mengakui harga cabai dan bawang mengalami kenaikan.

"Cabai tadi kami cek harganya memang naik dan itu sudah lama terjadi. Kenaikan itu bukan karena konsumsi yang naik, tetapi karena stok cabai yang dimiliki Sulsel juga dikirim ke provinsi lain," tuturnya.

Meski ada kenaikan harga cabai dan bawang, Asharie menegaskan stok cabai dan bawang masih kondisi aman. Ia menegaskan sejumlah kabupaten di Sulsel merupakan sentra penghasil cabai dan bawang.

"Tetapi bahwa konsumsi meningkat dan kita juga mensuplai provinsi lainnya," ucapnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP