Ribuan Warga Sumenep Ramaikan Pesta Rakyat, Ada Seni Musik Tradisional Tong-Tong
Merdeka.com - Pesta rakyat yang diisi penampilan seni musik tradisional Tong-Tong digelar di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin kemarin. Acara yang digelar sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) itu dihadiri ribuan warga. Mereka antusias menghadiri pesta kesenian musik khas Madura tersebut.
Koordinator Wilayah (Korwil) SDG Jatim Hurriyahi mengatakan pihaknya ingin terus mengembangkan musik tradisional Madura dengan mengikutsertakan para santri di Kabupaten Sumenep.
"Kegiatan SDG ini untuk menanamkan nilai-nilai budaya kesenian yang ada di lapisan masyarakat Kabupaten Sumenep," kata Hurriyahi kepada wartawan, Selasa (2/5).
Beberapa grup musik lokal Sumenep dihadirkan untuk meramaikan pesta rakyat ini. "Ada beberapa grup musik tong-tong yang beranggota para santri dan masyarakat yang masih muda yang gemar dengan musik tong-tong," lanjutnya.
Dia mengatakan pihaknya sekaligus menyosialisasikan sosok bakal calon presiden 2024 Ganjar Pranowo kepada santri dan warga Sumenep.
"Kami mengadakan kegiatan pesta rakyat berupa parade atau festival kesenian musik Tong-Tong di wilayah Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, sekaligus menyosialisasikan Pak Ganjar agar para santri dan masyarakat di sini bisa mengenal sosok calon presiden kita pada 2024," katanya.
Menurut Hurriyahi, masyarakat yang hadir sangat antusias mengikuti pergelaran ini. "Ada sekitar ribuan orang yang hadir dalam kesempatan ini. Mereka ingin memastikan nilai-nilai budaya bisa tertanam melalui kegiatan SDG itu," katanya.
Peserta parade musik Tong-Tong bernama Ali Ridha mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Menurut pria berusia 23 tahun tersebut, parade musik itu sangat baik untuk meningkatkan kreativitas para santri.
"Bagus sekali, menambah kreativitas dan bisa mengenal sosok Pak Ganjar," ungkap santri Pondok Pesantren Al Ihsan di Sumenep.
Pria yang juga personel musik Putra Saghereh ini berharap musik tradisional khas Madura ini bisa terus berkembang. Dia juga berharap grup musiknya bisa masuk industri musik dan rekaman.
"Musik tradisional di Madura bisa lebih maju. Saya berharap grup musik semakin berkembang dan bisa recording," ujarnya.
Wawan, peserta lainnya, menyambut positif parade musik tersebut. Menurut personel grup musik Tong-Tong Tinkerbell itu, dengan adanya pesta rakyat ini, masyarakat memiliki hiburan setelah Ramadan.
"Menurut saya parade ini cukup positif dan menghibur masyarakat setempat. Ada hiburan setelah Ramadan," kata santri Ponpes Nurul Muchlisin tersebut.
Pria 24 tahun ini menyatakan parade musik ini mewadahi kreativitas santri dalam bermusik sekaligus bisa mengenalkan lebih luas musik tradisional di Kabupaten Sumenep. Dia juga berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung setiap tahun.
"Semoga acara seperti ini bisa terus berjalan setiap tahun di pelosok-pelosok desa agar lebih meriah," ujarnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya