Razia Pelajar Bolos, Satpol PP Temukan Foto dan Video Porno di Handphone

Senin, 21 Januari 2019 17:22 Reporter : Arie Sunaryo
Razia Pelajar Bolos, Satpol PP Temukan Foto dan Video Porno di Handphone Satpol PP Solo Temukan Video Porno di Handphone Pelajar. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Satpol PP Kota Solo melakukan razia terhadap pelajar yang membolos saat jam sekolah, Senin (21/1). Sebanyak enam pelajar kedapatan tak mengikuti pelajaran di sekolah dan digelandang ke Kantor Satpol PP, Balai Kota Solo. Satu dari enam pelajar yang terjaring Satpol PP diketahui masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Tak hanya itu, petugas bahkan menemukan video porno di salah satu telepon genggam atau handphone milik milik pelajar yang terjaring razia. Handphone tersebut saat ini diamankan di kantor Satpol PP Solo.

"Ada 4 handphone milik pelajar yang kita amankan saat razia tadi. Setelah kita lakukan pengecekan, ada dua ponsel terdapat video porno," ujar Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto.

Agus menerangkan, kedua telepon genggam tersebut akan dijadikan barang bukti laporan pada orang tua dan kepala sekolah. Handphone tersebut juga tidak diperbolehkan untuk dibawa pulang, jika bukan orang tuanya sendiri yang mengambil.

Selain video porno, Satpol PP juga menemukan foto-foto porno di dalam handphone. "Foto dan video porno ini tidak kita hapus, biar orang tuanya sendiri yang menghapus," katanya.

Para pelajar yang kedapatan menyimpan video porno langsung diberikan pembinaan dan konseling. Pembinaan dilakukan oleh Satpol PP, sedangkan bimbingan konseling dilakukan oleh mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

"Akan sangat berbahaya kalau sejak kecil mereka sering menonton video porno. Kalau kecanduan bisa mengarah ke kasus pelecehan seksual atau pencabulan," tandasnya.

Sementara itu, pelajar yang terjaring razia tersebut 4 diantaranya merupakan siswa SMK swasta Solo, 1 siswa SMPN di Sukoharjo dan 1 siswa SD swasta di Sukoharjo. Keenam pelajar SMK swasta, yakni FR (16), CS (16), AA (16), BD (17), AW (14) dan N (12).

Agus menjelaskan, 5 pelajar ditangkap Satpol PP saat sedang bermain game online di warnet Jalan Veteran dan seorang lagi ditangkap saat keluyuran di Alun-alun Kidul.

"Kami juga meminta agar kepala sekolah memberitahu orangtuanya. Mereka ini kita kenakan wajib lapor ke Kantor Satpol PP selama sepuluh hari," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini