Potensi Banjir dan Tsunami Hantui Ibu Kota Baru Jika Tata Ruang Tak Dikelola Baik

Jumat, 30 Agustus 2019 18:59 Reporter : Merdeka
Potensi Banjir dan Tsunami Hantui Ibu Kota Baru Jika Tata Ruang Tak Dikelola Baik Maket Ibu Kota Baru. ©2019 dok. Kemen PUPR

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menunjuk dua kawasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai calon ibu kota baru. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) coba melihat potensi bencana di daerah itu.

Menurut Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaya, dua wilayah itu memiliki potensi bencana seperti bencana banjir, utamanya di kawasan muara, sungai dan pantai.

"Coba kita lihat di Kaltim antara Balikpapan dan Samarinda, di mana calon ibu kota negara kita di perbatasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Kalau kita lihat rona merah potensi banjir. Itu lebih banyak di muara sungai," kata Bernardus dalam jumpa pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (30/8).

Selain banjir, ada juga ancaman tsunami imbas dari wilayah Sulawesi. Namun skalanya tidak besar.

"Kita bisa lihat seberapa jauh ancaman tsunami di situ. Kaltim dan Kalimantan Utara, ada pengaruh dari Sulawesi dia terkena imbas tsunami. Tetapi skalanya rendah," ujar dia.

Namun semua bencana alam itu bisa diminimalisir kalau tata ruang dikelola dengan baik.

"Jadi harus dibedakan antara tsunami dan bencana tsunami. tsunami terjadi, tapi bencananya belum tentu terjadi kalau tidak ada aktivitas manusia. Oleh karena itu perlu saya tegaskan, bahwa selama tata ruangnya bisa dibuat dan dikendalikan sebaik-baiknya, itu risiko bencana tak akan terjadi. Jadi bencana pada dasarnya bisa dicegah. ini tata kelola menjadi penting," jelas dia.

Sebelumnya, Jokowi mengemukakan lima alasan memilih dua lokasi itu sebagai calon ibu kota baru. Pertama, provinsi Kalimantan Timur minim risiko bencana.

Alasan kedua, Provinsi Kalimantan Timur sangat strategis karena secara geografis berada persis di tengah Indonesia. Pertimbangan ketiga, lokasi calon ibu kota baru berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang.

Alasan keempat, infrastruktur di dua kabupaten itu sudah relatif lengkap. Terakhir, pemerintah sudah menyiapkan lahan luas di calon ibu kota baru.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini