Pengakuan para perampok di Pulomas

Sabtu, 7 Januari 2017 08:32 Reporter : Wisnoe Moerti
Pengakuan para perampok di Pulomas Rilis pembunuhan di Pulomas. ©2017 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Timur menggelar prarekonstruksi kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap keluarga Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (6/1). Setidaknya ada 71 adegan perampokan dan penganiayaan yang menyebabkan enam dari 11 korban tewas setelah disekap di kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter.

Dalam aksinya selama 16 menit tersebut, tersangka Ridwan Sitorus alias Ius Pane bersama tiga tersangka lainnya terlihat mengambil barang-barang dan uang Dodi. Dalam reka adegan juga tergambar saat Ius Pane menyiksa anak pertama Dodi yakni Diona Arina Andra Putri. Ius memukul Diona menggunakan gagang senjata api lantaran menolak digiring ke kamar mandi. Pengacara keluarga Dodi Triono, Azam Khan berharap polisi menambahkan satu pasal kepada para tersangka yakni pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Ada tiga tersangka yang kini ditahan Polda Metro Jaya yakni Ridwan Sitorus alias Ius Pane, Erwin Situmorang, dan Alfins Bernius Sinaga. Sementara satu tersangka lainnya yakni Ramlan Butar-Butar ditembak mati polisi karena melawan saat hendak ditangkap.

Para pelaku akhirnya bicara seputar aksi mereka. Erwin mengaku baru mengetahui ada korban tewas dari aksi mereka di rumah Dodi Triono. Erwin mengaku tidak punya niat menghilangkan nyawa orang saat melakukan aksi perampokan.

"Dia (Erwin) baru tahu ada korban meninggal, karena setiap dia beraksi enggak pernah memakan korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Setelah mengetahui korbannya tewas, Erwin mengajukan permintaan pada polisi. "Dia minta ditembak mati saja," ucapnya.

Ius Pane juga mengaku baru mengetahui adanya korban tewas setelah menyaksikan siaran televisi. Dengan wajah tertunduk, Ius mengetahui adanya korban tewas dua hari setelah peristiwa sadis tersebut. "Itu dua hari setelah kematian mereka," ungkap Ius di Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/1).

Dia mengaku telah menyeret dan juga memukul Diona Arika Putri yang masih berusia 16 tahun. "Saya tak nyangka mereka akan mati semua," katanya.

Lantaran dihantui rasa takut Ius memutuskan kabur dan bersembunyi di Medan, rumah orang tuanya. "Makanya saya kabur ke rumah bapak saya di Medan. Saya tobat mas," katanya.

Djarot Widodo, pengacara ketiga tersangka mengatakan, kliennya ingin bertemu keluarga Dodi. Mereka ingin meminta maaf kepada keluarga. Ius juga ingin menyampaikan jika dia tak berniat membunuh korban. Mereka hanya bermaksud merampok.

"Ada permintaan maaf dari para pelaku tentunya Ius Pane. Ia ingin menyampaikan langsung kepada keluarga," kata Widodo usai prarekonstruksi di Jalan Pulomas Utara No. 7A, Kayu Putih, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (6/1).

Dituturkan Djarot, kliennya menyesali perbuatannya yang berujung maut bagi 6 dari 11 korban yang disekapnya. Ius sendiri tak habis pikir bila aksinya akan berakhir tragis.

"Dia tidak berpikir akan menimbulkan kehilangan nyawa. Dia melakukan acak, kebetulan tidak dikunci dan para korban di rumah," tutupnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan Pulomas
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini