Pemkab Kebumen kaget sekda jadi tersangka dugaan suap di KPK

Jumat, 30 Desember 2016 07:44 Reporter : Chandra Iswinarno
Pemkab Kebumen kaget sekda jadi tersangka dugaan suap di KPK Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen Jawa Tengah mengaku prihatin dengan ditetapkannya sekretaris daerah (Sekda) wilayah tersebut, Adi Pandoyo menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) senilai Rp 4,8 miliar.

Kepala Bagian Humas Pemkab Kebumen, Drajat, mengemukakan keprihatinannya karena Sekda Pemkab Kebumen selama ini menjadi motor penggerak pemerintahan. "Ketika motor utama itu tidak ada, ya cukup mengganggu juga sebetulnya. Kami tentu merasa prihatin atas kejadian ini," katanya, Kamis (29/12) malam.

Diakuinya, keprihatinan dengan peristiwa penetapan Adi Pandoyo menjadi tersangka, mengakibatkan kosongnya jabatan penting dalam sistem birokrasi di lingkungan Pemkab Kebumen.

"Jadi yang jelas, kami memang prihatin. Kami merasa kehilangan, karena yang hubungannya (sekda) terdekat dengan kami selaku bawahan dan merupakan atasan langsung kami. Tetapi, kami bisa katakan, masih ada pak bupati dan pak wakil bupati yang akan mengarahkan kami bagaimana untuk menjalankan roda pemerintahan," ucapnya.

Dikemukakan Drajat, Adi Pandoyo, sudah diketahui tidak berada di kantornya. Ia hanya mengetahui, Adi Pandoyo berangkat ke Jakarta sejak beberapa hari lalu.

"Sepengetahuan saya itu, berangkatnya sekitar Rabu (28/12) sore. Kemudian sampai saat ini, memang belum kembali ke Kebumen dan tahu-tahu dari berita beliau jadi tersangka di sana, KPK, bersama Petruk (Basikun)," ujarnya.

Penetapan dua tersangka baru dalam kasus dugaan suap pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2016 pada Kamis (29/12) sore, menambah panjang daftar jumlah tersangka.

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yakni Sigit Widodo, pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen. Kemudian Yudhi Tri Hartanto yang merupakan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen dan Direktur Utama PT Otosda Sukses Mandiri Abadi (PT OSMA) Hartoyo.

Kasus dugaan suap ini bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada 15 Oktober 2016 di Kebumen. Tak lama kemudian, Yudhi dan Sigit ditetapkan menjadi tersangka karena diduga terlibat dalam kasus suap proyek pengadaan buku, alat peraga dan peralatan teknologi informasi senilai Rp 4,8 miliar pada Dindikpora Kebumen.

Kasus tersebut terus didalami, sehingga KPK menetapkan direktur PT Otosda Sukses Mandiri Abadi (OSMA), Hartoyo menjadi tersangka. Bahkan, KPK terus melakukan penggeledahan di lima titik pada 21 Desember lalu, yakni ruang kantor, rumah dinas dan rumah pribadi Bupati Kebumen. Kemudian rumah dan kantor salah satu pengusaha di Kebumen. Dari hasil penggeledahan, KPK menyita sejumlah dokumen. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini