Pasien Pertama Omicron Diisolasi di Tower 3 RSD Wisma Atlet
Merdeka.com - Sejumlah tower di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran diisolasi usai seorang pekerja kebersihan terkonfimasi positif Covid-19 varian Omicron. Pasien berinisial N itu saat ini menjalani isolasi di Tower 3 RSDC Wisma Atlet.
"N ada di Tower 3, pekerjaanya pembersih di emergency exit," kata Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Hery Trianto, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (17/12).
Meski sudah dinyatakan negatif pada 16 Desember kemarin, Hery memastikan N masih dalam masa isolasi hingga tujuh hari ke depan. Sebab whole genome sequencing (WGS) miliknya baru saja terbit pada 15 Desember. Sehingga masih perlu pemantauan hingga tujuh hari mendatang.
"Masih diisolasi hingga 7 hari lagi, sambil dilakukan pemeriksaan tracing dan testing kepada penghuni di Wisma Atlet Kemayoran," ujar dia.
Sebagai informasi, isolasi di sejumlah tower di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran dilakukan sebagai langkah cepat pencegahan menyebarnya Covid varian Omicron yang menjangkit seorang tenaga kebersihan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran.
"Tower yang diisolasi tersebut adalah tower 1, kemudian tower 2, tower 3 dan tower 5," ungkap Hery.
Hery menjelaskan, saat ini aktivitas di tower yang tengah diisolasi sangat dibatasi. Tenaga kesehatan yang tengah berjaga ada di tower-tower tersebut memakai pelindung lengkap seperti baju hazmat.
RSD Wisma Atlet Diisolasi
Seorang petugas kebersihan RSD Wisma Atlet, Kemayoran terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron. Untuk mencegah varian meluas, 4 tower di Wisma Atlet dilakukan isolasi.Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Hery Trianto mengatakan ada sejumlah tower di dilakukan isolasi selama tujuh hari ke depan.
"Benar ada sejumlah tower yang diisolasi tujuh hari ke depan, Tower 1, kemudian tower 2, tower 3 dan tower 5," kata Hery Trianto saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (17/12).
Hery menjelaskan, saat ini aktivitas di tower yang tengah diisolasi sangat dibatasi. Tenaga kesehatan yang berjaga ada di tower-tower tersebut memakai pelindung lengkap seperti baju hazmat.
"Sangat dibatasi yang masuk di situ, nakes yang bekerja pakai hazmat," jelas dia.Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya