Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengintip kinerja Disaster Victim Identification

Mengintip kinerja Disaster Victim Identification korban sukhoi. merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Tak bisa dipungkiri peran petugas identifikasi korban bencana atau Disaster Victim Identification (DVI) amat penting untuk mengenali korban bencana atau kecelakaan yang kondisi jasadnya sudah tak utuh lagi. Salah satunya adalah terhadap para korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jenazahnya sudah mulai ditemukan.

DVI adalah sebuah prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi korban kecelakaan yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, DVI mengacu pada standar baku interpol.

Penelusuran merdeka.com, petugas DVI menjalankan lima tahap dalam penyelidikannya. Setiap tahap memiliki kaitan satu sama lain, yaitu: The Scene, The Mortuary, Ante Mortem Information Retrieval, Reconciliation dan Debriefing.

Dalam menjalankan tugasnya, petugas DVI mempunyai bermacam metode dan teknik untuk mengidentifikasi korban. Pihak Interpol telah menentukan identifikasi primer (utama) yang meliputi sidik jari, catatan kesehatan gigi dan DNA. Selain identifikasi utama, ada juga identifikasi sekunder (pendukung) yang meliputi catatan medik, properti dan photographi.

Cara kerja dari proses identifikasi ini adalah dengan membandingkan Ante Mortem dan Post Mortem. Semakin banyak kecocokan di antara keduanya maka akan semakin mudah petugas DVI mengenali korban.

Ante Mortem adalah ciri-ciri khas yang dimiliki seseorang di tubuhnya seperti bentuk gigi, sidik jari, tanda lahir dan pakaian yang digunakan sebelum kematian. Data Ante Mortem ini didapat dari keterangan keluarga atau kerabat korban. Sementara, Post Mortem adalah ciri-ciri fisik kematian.

Saat ini metode yang paling muktahir untuk digunakan adalah DNA Profiling (tes DNA). Metode ini memiliki banyak keunggulan, tetapi metode ini memerlukan pengetahuan dan sarana yang canggih, serta biaya yang mahal.

DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid adalah asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA ini yang menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat-sifat khusus dari manusia. Dalam identifikasi DNA, metode yang digunakan adalah dengan mengidentifikasi fragmen-fragmen dari DNA itu sendiri. Atau secara sederhana, metode untuk mengidentifikasi, menghimpun dan menginventarisir data-data khas karakter tubuh.

Hampir semua bagian tubuh dapat digunakan sebagai sampel tes DNA. Yang paling sering digunakan adalah darah, rambut dan kuku. Akurasi kebenaran tes DNA hampir 100 persen akurat. Namun, kesalahan bisa saja terjadi, tetapi kemungkinannya sangat kecil, yakni satu diantara sejuta. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP