Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Yusril mundur dari bursa capres dan berikan suara ke Gus Dur

Kisah Yusril mundur dari bursa capres dan berikan suara ke Gus Dur Yusril Capres PBB. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Beberapa kali gagal maju sebagai calon presiden, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra kini mencoba peruntungannya dengan maju di bursa Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Dia menjadi salah satu lawan yang bakal menghadapi calon petahana Basuki Tjahaja Purnama.

Jauh sebelum menjadi memutuskan maju di Pilgub DKI yang digelar pada 2017 mendatang, Yusril telah membawa segudang pengalaman sebagai kandidat dalam setiap pemilihan presiden. Sayangnya dia tak pernah mendapatkan kesempatan untuk duduk di kursi kepresidenan karena minimnya dukungan dari partai-partai politik besar.

Dikutip dari berbagai sumber, Yusril merupakan putra dari pasangan Idris Haji Zainal Abidin dan Nursiha Sandon. Dia memiliki darah dari Malaysia yang diturunkan ayahnya, yang merupakan pendatang dari Johor, Malaysia. Kakeknya merupakan bangsawan dari Kelurahan Johor, sedangkan ibunya berdarah Minangkabau.

Kakeknya merupakan seorang sutradara teater tradisional. Ayahnya adalah seorang penulis naskah dan novel.

Yusril memulai kariernya sebagai dosen Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum, dan Filsafat Hukum di Universitas Indonesia. Berkat kerja kerasnya, dia mendapatkan gelar Guru Besar Ilmu Hukum. Dia juga terlibat di banyak organisasi Muslim, seperti Muhammadiyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) maupun Dewan Dakwah Islamiyah. Dari sinilah ia banyak berkenalan dengan tokoh muslim nasional, terutama Mohammad Natsir yang banyak mempengaruhi pandangannya.

Pada 1996, Yusril dipercaya Presiden Soeharto sebagai penulis pidato presiden sampai tahun 1998. Sejak itu dia telah menulis pidato untuk presiden sebanyak 204 naskah. Semua itu berubah ketika Reformasi bergulir di tahun 1998, Yusril menjadi salah satu pihak yang mendukung perubahan politik di Indonesia. Yusril pula yang berperan besar dalam menuliskan pidato berhentinya Soeharto.

Bersama teman-temannya, Yusril mendirikan partai politik bernama Partai Bulan Bintang. Partai ini didirikan bersama 22 organisasi kemasyarakatan Islam. Dan untuk pertama kalinya, Yusril ditunjuk sebagai Ketua Umum selama tujuh tahun hingga digantikan MS Kaban pada 2005.

Dalam keikutsertaannya di Pemilu tahun 1999, Partai Bulan Bintang meraih suara sebesar 2,84 persen dan menempatkan 13 wakilnya di parlemen. Dia sempat mengutarakan niatnya untuk maju sebagai calon presiden.

Di sinilah kisah kegagalannya maju sebagai presiden akibat dijegal oleh Amien Rais yang ketika itu menjabat sebagai Ketua MPR. Padahal, namanya saat itu sangat mampu bersaing menghadapi Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri.

Bagaimana kisahnya? (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP