Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi Dorong Peluang Kemitraan ASEAN-Korea di Bidang Ekonomi Hijau dan Digital

Jokowi Dorong Peluang Kemitraan ASEAN-Korea di Bidang Ekonomi Hijau dan Digital Jokowi di KTT ASEAN ke-38. ©Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ASEAN dan Republik Korea memiliki potensi di sektor ekonomi hijau dan ekonomi digital yang sangat besar. Sebab itu perlu adanya pemanfaatan peluang besar tersebut melalui kemitraan ASEAN-Republik Korea untuk kesejahteraan rakyat dan dunia.

"Saya berpandangan kemitraan ini harus fokus pada ekonomi masa depan yaitu digital dan sustainable green economy. Potensi sektor ekonomi digital dan ekonomi hijau sangat besar," kata Jokowi saat menghadiri KTT ke-22 ASEAN-Republik Korea secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/10).

Mantan Wali Kota Solo tersebut juga menjelaskan kemitraan ASEAN dan Korea di digital serta green economy bukan saja dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Tetapi juga dapat menjaga keberlangsungan planet bumi untuk generasi yang akan datang.

Tidak hanya itu, Jokowi juga membeberkan potensi ekonomi digital ASEAN diperkirakan mencapai USD200 miliar pada tahun 2025 mendatang. Kemudian peluang ekonomi hijau kawasan Asia Tenggara mencapai USD1 milliar pada tahun 2030.

"Di sisi lain, proyek The Korean Deal yang meliputi digital dan green economy bernilai USD144 miliar hingga tahun 2025. Potensi pasar digital di Korea diperkirakan dapat mencapai USD236 miliar sampai dengan 2030 dan berkontribusi 13 persen pada PDB," tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mengajak ASEAN dan Republik Korea untuk fokus pada dukungan pembuatan kebijakan yang kondusif bagi pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi digital. Kemudian pembentukan ekosistem yang baik, ekspansi investasi pada kedua industri ini, serta dukungan alih teknologi, riset dan pengembangan kedua sektor.

Jokowi pun berharap kemitraan ASEAN dan Korea akan makin memperkuat kerja sama yang konkret di sejumlah bidang. Mulai dari infrastruktur dan industri hijau, energi bersih, baru terbarukan dan efisiensi energi,mobil listrik serta digitalisasi ekonomi termasuk UMKM dan layanan kesehatan.

"Kerja sama ini akan menunjukkan bahwa aksi dekarbonisasi dapat berjalan bersama dengan pembangunan ekonomi. Paradigma win-win bukan zero-sum," pungkasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP