Busana Cinta Laura di JFC Tuai Pro Kontra, Bupati & Penyelenggara Minta Maaf

Rabu, 7 Agustus 2019 16:39 Reporter : Muhammad Permana
Busana Cinta Laura di JFC Tuai Pro Kontra, Bupati & Penyelenggara Minta Maaf mediasi antara Pemkab Jember, Yayasan JFC dan kalangan Tokoh Agama. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Penampilan artis Cinta Laura Kiehl dalam acara penutupan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-18 beberapa waktu lalu, dengan cepat 'menghangatkan' suasana publik Jember. Ajakan untuk demo dan protes terhadap gelaran JFC dengan cepat menyebar dan hasilnya pada Rabu (7/8) siang tadi, ratusan santri dan ulama Jember berdemo untuk memprotes pihak penyelenggara Jember Fashion Carnaval (JFC) XVIII Tahun 2019.

Meski tidak ikut terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan, Pemkab Jember tidak tinggal diam menyikapi kasak-kasuk di masyarakat. Bersama dengan penyelenggara, yakni Yayasan JFC dan Polres Jember menggelar pertemuan dengan kalangan tokoh agama di Pendopo Bupati Jember, Selasa (6/8).

Pertemuan tersebut berisi permintaan maaf dari Pemkab dan Yayasan JFC atas pakaian seksi yang dikenakan artis Cinta Laura yang juga merupakan brand ambassador acara.

"Memang saya tidak termasuk panitia yang tahu detail Even JFC. Tetapi sebagai kepala daerah, saya dan wakil bupati (KH Abdul Muqit Arief) memohon maaf atas pro kontra atas kostum yang dinilai tidak sesuai dengan jati diri masyarakat Jember," ujar Bupati Jember, dr Faida kepada sejumlah wartawan usai pertemuan pada Selasa malam.

Belajar dari insiden tersebut, Faida berjanji akan menerbitkan regulasi untuk mencegah peristiwa serupa terulang. "Ini karena tidak ada regulasi yang mengatur sedemikian rupa penyelenggaraan Even besar di Jember. Ke depan, tidak boleh lagi (ada acara) yang menabrak aturan norma-norma di masyarakat," tutur Faida.

Meski demikian, Pemkab Jember berharap, insiden tersebut tidak sampai menghentikan kelanjutan acara JFC pada tahun depan. Sebab, JFC yang sudah berjalan selama 18 tahun terakhir itu, dinilai punya kontribusi positif bagi masyarakat Jember, khususnya dari sektor ekonomi. "Sesuatu yang baik, harus diteruskan. Kalau ada yang salah, ya diperbaiki saja," ujar Faida.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Yayasan JFC, Suyanto juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jember. "Kami memahami protes dari masyarakat. Namun kemarin, beliau (artis Cinta Laura Kiehl, red) merupakan tamu kami yang wajib kami hormati. Apalagi beliau hadir dengan sukarela untuk menghormati almarhum Dynand Fariz (pendiri JFC)," ujar Suyanto.

Terkait busana yang dikenakan artis Cinta Laura, Suyanto menganggapnya sebagai murni kesalahan pihaknya sebagai panitia. "Ini adalah kebocoran kami yang akan kami tambal. Tahun depan, busana atau aurat akan kami perhatikan betul, dari ujung rambut sampai ujung kaki," ungkap Suyanto dengan mimik muka serius.

©2019 Liputan6.com

Sebelumnya, busana artis Cinta Laura Kiehl dalam penutupan JFC XVIII menjadi sorotan masyarakat Jember. Dalam foto yang viral tersebut, Cinta yang mengenakan baju bernuansa keemasan tersebut, terlihat hampir seluruh bagian pahanya. Foto inilah yang kemudian memicu pro-kontra di masyarakat. Cinta Laura yang juga didaulat sebagai Brand Ambassador JFC ini datang tanpa bayaran apapun. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini