Berkah Sedekah Jusuf Hamka

Minggu, 16 Desember 2018 17:32 Reporter : Merdeka
Berkah Sedekah Jusuf Hamka Jusuf Hamka Dapat Penghargaan Bela Negara 2018. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - "Kalau Allah SWT sudah berkehendak, sedekah Rp 3.000 saja sudah bikin orang besar," begitu yang diucapkan seorang pengusaha muslim Tionghoa bernama Jusuf Hamka. Dia merasakan sendiri keajaiban bersedekah melalui warung nasi kuning podjok halal yang dirintisnya.

Jusuf merintis warung nasi kuning podjok halal 6 Februari 2018. Saat itu, tujuan utamanya hanya untuk mengurangi beban kaum dhuafa dan orang-orang berpenghasilan rendah. Jusuf berharap, mereka yang datang bisa makan enak sekaligus bisa berhemat.

Warung ini didirikan di Jalan Yos Sudarso Kav 28 Jakarta, di sebelah kiri, tepatnya di samping gerbang utama gedung PT. Citra Marga Nusaphala Persada. Kemudian disusul didirikan Masjid Baba Alun dan Kantor PMI.

"Ini konsep sederhana, saya tidak masak. Saya beli dari warung setempat. Saya subsidi jadi semua harga lauk-pauk menjadi Rp 3.000," ucap Jusuf saat berbicang dengan Liputan6.com, Minggu (16/12).

Ibarat virus yang menyebar, banyak orang yang akhirnya membantu mendanai. Dari latar belakang pengusaha, polisi, hingga selebritis. Ini menjadi ajang sedekah diantara orang-orang sekitar. Termasuk karyawannya.

"Karyawan kami ada yang nyumbang kerupuk, pisang, air mineral, tenaga. Jadi kami membuat satu sinergi sedekah bersama," tutur dia.

Selain itu, banyak juga yang tertarik membuka cabang diberbagai daerah. Salah satunya yang dilakukan Dewan Ketahanan Nasional.

"Waktu saya keteteran Sekjen Dewan Ketahanan Nasional panggil saya. Mereka bilang mau buka di Bengkulu, Semarang, Bandung, Cirebon. Alhamdulillah sekarang sudah lumayan banyak sekarang," ujar dia.

Seperti kata pepatah, "Siapa yang menamam dia yang akan menuai". Kebiasaan memberi, berbagi dan peduli kepada sesama manusia tersebut mendapatkan ganjaran dari Allah SWT yang sama sekali tak bisa dinalar secara logika.

"Saya enggak tahu apakah ini multiplier efek karena kita sedekah dengan tulus, ikhlas dan banyak bantu orang. Saya berfikir bahwa ada hal gaib yang bimbing semua ini," ucap dia

"Believe It or Not. Tapi Ini terjadi dan bukan omong kosong. Boleh dicek," sambung dia.

Jusuf kini diangkat menjadi staf ahli di Kementerian Sosial. Dia dipercaya memegang jabatan strategis salah satu tim sukses pasangan calon presiden. Namun dia memilih mundur dari posisinya sebagai bendahara tim sukses.

"Saya sampai bilang sudah deh jangan bercanda sama kekuasaan Tuhan. Saya juga tidak mengerti apa-apa, kenapa jadi begini. Padahal ini (sedekah) saya sederhana," ujar dia.

Meski demikian, segala pencapaian yang diraih pria berusia 61 tahun itu tak lantas membuat dirinya lupa diri. Semua nikmat yang diberikan dianggap sebagai ujian. Jusuf justru menjadi semakin takut.

"Jujur saya jadi takut. Saya dimudahkan-dimudahkan, saya takut apa umur gue mau sampai kali ya? Kok kayaknya kabul, kabul melulu," ujar dia.

Ke depan, Jusuf ingin prinsip sedekah dapat berjalan terus-menerus hingga akhir hidup. Sebab, dia sadar hidupnya selalu dipenuhi keajaiban.

"Kayaknya Tuhan banyak memberilah kepada saya, makanya saya harus banyak memberi kepada orang lain," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahady
Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini