Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bentrokan TNI vs kelompok bersenjata, perbatasan RI-PNG ditutup

Bentrokan TNI vs kelompok bersenjata, perbatasan RI-PNG ditutup Papua Nugini. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak tanggal 5 April lalu, wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini (PNG) ditutup karena adanya baku tembak antara TNI dengan kelompok separatis yang ingin mengibarkan bendera bintang kejora di tanah Papua.

Insiden baku tembak ini terjadi di pagar perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini yaitu di Skouw. Akibat insiden ini aktivitas Imigrasi Indonesia dengan Papua Nugini terganggu. Sebanyak 24 warga negara Papua Nugini terpaksa harus lewat laut akibat pagar di perbatasan RI-PNG ditutup sejak Sabtu (5/4).

Menurut pegawai imigrasi Jayapura yang enggan disebutkan namanya, pintu perbatasan antara RI dengan Papua Nugini akan ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

"Kami masih belum bisa memastikan hingga kapan pintu perbatasan akan ditutup, kami hanya bisa menunggu kepastian dari TNI," katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (7/4).

Sebelumnya, Kepala Imigrasi Jayapura Gardu Tampubolon di Jayapura, Minggu mengatakan, ke-24 warga PNG hanya dua yang memiliki paspor, sedangkan sisanya hanya menggunakan kartu lintas batas. Puluhan warga PNG itu, kata Tampubolon, diantar Konsul PNG di Jayapura Jack Aria hingga memasuki perairan PNG.

Dikatakannya, sejak ditutupnya pagar perbatasan akibat terjadinya insiden tembak-menembak di perbatasan antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata, di Skouw, pihaknya sudah menarik seluruh pegawai imigrasi dan mengalihkan pelayanan ke Hamadi. (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP