Kisah Rara Jonggrang, Permaisuri Prambanan yang Diusir Raja karena Ini
Merdeka.com - Setelah runtuhnya Kerajaan Medang Kamulan, kerajaan besar berpindah ke Prambanan. Raja yang berkuasa di tanah Jawa saat itu ialah Prabu Prawatasari. Permasuri Prabu Prawatasari merupakan jelmaan dari raksasa putri bernama Buta Nyai, yang dulu pernah ngunggah-unggahi Prabu Jayabaya.
Raksasa tersebut telah menjelma menjadi seorang putri yang sangat cantik. Perawakannya tinggi besar, tak seperti perempuan Jawa pada umumnya.
Hal itulah yang membuat sang permaisuri mendapat julukan Rara Jonggrang. Rara merujuk pada para cantik sang permaisuri, sementara Jonggrang merujuk pada perawakannya yang tinggi besar.
Ratu Baka

©2021 Merdeka.com/Kemendikbud
Selain Rara Jonggrang, sang permaisuri juga memiliki sebutan lain yakni Ratu Baka. Pasalnya, diam-diam ia suka memakan manusia. Kegemarannya itu tak mengherankan lantaran ia merupakan jelmaan raksasa, makhluk pemakan manusia.
Saat Prabu Prawatasari mengetahui hal tersebut, ia mengusir Rara Jonggrang. Sang permaisuri itu kemudian pergi ke hutan Panaraga dan menetap di sana.
Saat diusir, Rara Jonggrang telah memiliki seorang putra. Maka, untuk menghibur putranya yang masih kecil saat menangis menanyakan sang ibu, serta sebagai kenang-kenangan, Rara Jonggrang diabadikan dalam wujud arca sebagaimana kehendak Prabu Prawatasari.
Putra Rara Jonggrang

©2021 Merdeka.com/Kemendikbud
Prabu Prawatasari mempunyai lima orang putra, namun hanya satu di antaranya yang lahir dari rahim permaisuri. Meski demikian kelima putra Prabu Prawatasari dijadikan sebagai raja pada bidang-bidang khusus.
Putra pertama bernama Prabu Hamongtani, dijadikan raja bagi para petani. Putra kedua bernama Prabu Sendanggarba menjadi raja bagi para pedagang. Putra ketiga, Prabu Karungkala merupakan raja bagi para penyembelih hewan. Lalu, Putra keempat bernama Prabu Patungmalaras menjadi raja bagi para penyadap.
Sedangkan putra kelimanya, Prabu Sri Gentayu yang lahir dari rahim permaisuri Rara Jonggrang dinobatkan sebagai raja Prambanan, menggantikan Prabu Prawatasari. Dikutip dari laman resmi Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur (diakses Jumat, 6 Agustus 2021), setelah mengangkat anaknya menjadi raja, Prabu Prawatasari moksa.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya