Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terbebas Utang Miliaran Rupiah, Ini Kisah Pria Jepara Sukses Jualan Skincare

Terbebas Utang Miliaran Rupiah, Ini Kisah Pria Jepara Sukses Jualan Skincare Pria Jepara ini sukses jualan skincare. ©YouTube/Pecah Telur

Merdeka.com - Hidup manusia memang penuh dengan lika-liku. Hal inilah yang dirasakan seorang pria Jepara bernama Hendra Dinata.

Sebelum memulai usaha Skincare, Hendra sempat membuka usaha laundry dan berhasil membuka tiga cabang. Sayangnya biaya operasionalnya sangat besar hingga membuatnya harus menutup usaha tersebut.

Akhirnya ia melanjutkan usaha dengan berbisnis franchise dengan total investasi mencapai Rp800 juta. Namun outlet francise itu tak kunjung dibuka. Dengan harapan uang dari investasi franchise itu bakal balik, Hendra meminjam uang sana-sini untuk menyambung hidup. Selain itu ia juga meminjam uang agar usaha laundry-nya tetap jalan.

Namun kondisi ekonominya tak kunjung membaik. Utangnya menumpuk. Hingga berjalannya waktu, akumulasi dari utang-utangnya mencapai Rp2,2 miliar.

“Orang yang nagih, debt collector itu udah pusing, pokoknya sudah nggak bisa mikir. Yang telpon isinya kebun binatang, caci maki, sudah nggak karuan kayak gitu,” ujar Hendra dikutip dari kanal YouTube Pecah Telur.

Lalu bagaimana kemudian Hendra menyelesaikan permasalahan finansialnya hingga kemudian bangkit kembali? Berikut selengkapnya:

Jadi Gelandangan

pria jepara ini sukses jualan skincare

©YouTube/Pecah Telur

Untuk menyelesaikan masalah finansial itu, mertuanya terpaksa menjual 75 persen dari luas tanah rumahnya. Untuk bertahan hidup, Hendra rela jadi gelandangan dan tidur di emperan masjid demi istrinya dapat tinggal di tempat yang layak, yaitu di sebuah kost putri. Namun uang hasil penjualan tanah itu tetap belum cukup untuk membayar total utang Hendra.

Di saat itulah, telpon-telpon dari pihak penagih utang terus berdatangan. Namun telpon itu tidak digubrisnya. Ia ingin menenangkan pikiran agar masalah berat itu terselesaikan.

“Saya berhitung lagi, hutang saya sekian. Kalau saya kerja, anggaplah saya jadi manager, gaji satu bulan 10 juta, dipotong makan dan kebutuhan harian, ini 50 tahun baru lunas. Jadi ini nggak mungkin. Jalan satu-satunya saya harus berbisnis,” ungkap Hendra.

Berawal dari Pelatihan di Masjid

pria jepara ini sukses jualan skincare

©YouTube/Pecah Telur

Pada suatu hari, setelah salat ashar, Hendra melihat papan pengumuman di mana ia menemukan acara ada pelatihan pembuatan sabun herbal untuk jeamaah secara gratis. Ia pun penasaran untuk ikut pelatihan itu.

Setelah pelatihan, hasil praktik itu ia gunakan untuk mandi. Setelah itu banyak komentar dari orang-orang tentang penampilannya yang makin hari makin cerah. Hendra pun menyadari semua itu tak lepas dari efek sabun karyanya dari pelatihan tersebut.

Setelah itu ia memberi sabun-sabun itu kepada anak dan istri untuk digunakan. Ternyata sabun itu cocok. Ia pun kemudian mulai merintis bisnis dan membuatkan merek untuk sabun itu.

“Setelah sabun itu jadi, saya minta anak saya jualan sabun itu di dalam pondok. Tapi ternyata sabun batangan itu tidak cocok untuk anak pondok. Solusinya dicairkan. Akhirnya setelah saya uji coba 11 bulan sabun itu bisa diubah jadi gel. Setelah itu sabun itu saya botolin dan saya mulai jualan sabun itu,” kata Hendra dikutip dari kanal YouTube Pecah Telur.

Raih Prestasi

pria jepara ini sukses jualan skincare

©YouTube/Pecah Telur

Singkat cerita, setelah produk jadi, Hendra mulai mengikuti kompetisi produk mulai dari tingkat Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, hingga sebuah kompetisi produk di Jepara. Dari semua kompetisi itu, ia berhasil menyabet gelar juara satu. Hadiah hasil juara itu ia gunakan untuk merenovasi gedung yang ia akan gunakan untuk berbisnis hingga mengurus perizinan produk. Hingga akhirnya uang itu habis.

“Berarti gini, saya harus banting setir dari niatnya bikin merek sendiri hingga membuat perusahaan manufaktur dengan menjual jasa produksi skincare. Saya nawari ke orang-orang hingga ada orang datang minta dibuatkan puluhan ribu botol,” ujar Hendra

Karena tak sanggup memenuhi pemesanan sebanyak itu, Hendra meminta orang itu untuk membayar uang di depan. Uang itu ia gunakan dulu untuk membeli peralatan produksi.

Dampak Masa Pandemi

pria jepara ini sukses jualan skincare

©YouTube/Pecah Telur

Usaha jasa pembuatan jasa skincarenya terus berkembang. Satu per satu utang bisa dibayar hingga akhirnya utang yang tadinya Rp2,2 miliar itu hingga tersisa Rp300 juta. Pada saat itu Hendra sudah memikirkan masa titik baliknya.

Namun tak lama setelah itu, masa pandemi COVID-19 menyerang. Ia terpaksa harus menunda produksi hingga 5 bulan. Pada September 2020, usahanya mulai bergeliat lagi. Utang-utangnya akhirnya terbayar lunas.

“Kehidupan itu seperti kita perjalanan ke luar kota. Kita misal di belakang truk, sebel, jengkel. Kita kemudian berhasil nyalip, tapi baru jalan mulus sebentar tiba-tiba di depan ada truk lagi, atau kejebak macet. Kayak gitu terus, hingga akhirnya kita sampai ke tujuan. Kita tinggal tetap mau terus melanjutkan perjalanan, atau berhenti saat itu juga,” pungkas Hendra memaknai perjalanan hidupnya.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP