Mengunjungi Sentra Kerajinan Gerabah di Klaten, Tawarkan Sensasi Seru
Merdeka.com - Libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023 ini dimanfaatkan oleh banyak orang untuk pergi berwisata. Tak hanya sekedar bersenang-senang, mereka juga ingin mendapatkan pengalaman tak terlupakan dari liburan kali ini.
Di Klaten, Jawa Tengah, ada sebuah desa kerajinan gerabah yang menawarkan sensasi liburan yang seru. Tak hanya sekedar melihat hasil kerajinan, para pengunjung juga bisa merasakan sendiri sensasi membuat gerabah dengan peralatan yang masih tradisional.
Bagaimana serunya membuat kerajinan dari tanah liat itu? Berikut selengkapnya:
Teknik Pembuatan yang Diwariskan Turun-Temurun

©YouTube/Liputan6
Ada berbagai macam koleksi gerabah yang biasa diproduksi di tempat itu, mulai dari vas bunga, poci, gentong, perlengkapan makan, hingga dekorasi ruangan.
Sentra kerajinan yang berada di Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten itu menggunakan teknik putaran dalam menghasilkan setiap karyanya. Tak heran, setiap karya gerabah di sana menjadi ciri khas tersendiri.
“Ada dua teknik putaran, yaitu putaran miring dan putaran tegak. Itu yang menjadi ciri khas kita. Dan kebetulan untuk bahan tanah liatnya kita ambil dari wilayah sendiri,” kata Joko Listyono, pengurus paguyuban perajin gerabah, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Kamis (29/12).
Antusiasme Pengunjung

©YouTube/Liputan6
Proses pembuatan gerabah menggunakan teknik tradisional memang bukan hal yang mudah. Namun hal itu nyatanya tidak menyurutkan minat pengunjung untuk mempelajarinya.
“Seru, karena ini pertama kali dan asyik bisa membuat karya dari tanah liat. Ini merupakan budaya yang harus kita lestarikan." ujar pengunjung.
Harga koleksi gerabah di pusat kerajinan itu sangat bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga jutaan rupiah per buah. Tak hanya dipasarkan di dalam negeri, beberapa karya kerajinan itu bahkan ada yang dikirim hingga ke Amerika dan Belanda.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya