Mengenal Ponten Ngebrusan, MCK Umum dengan Arsitektur Bergaya Eropa
Merdeka.com - Ponten Ngebrusan merupakan sebuah jamban umum yang berada di Kampung Ngebrusan, Kelurahan Stabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Kata “ponten” untuk nama fasilitas umum ini berasal dari kata berbahasa Inggris “fountain” yang berarti air mengalir. Bangunan itu didirikan pertama kali oleh Sri Mangkunegara VII pada 1936.
Pada masanya, Ponten Ngebrusan berfungsi sebagai sebuah fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) yang menjadi contoh fasilitas umum terbaik di Kota Solo. Namun saat ini bangunan tersebut tidak digunakan lagi. Berikut adalah beberapa fakta seputar Ponten Ngebrusan yang berada di Kota Solo.
Dibangun karena Wabah

©Surakarta.go.id
Dilansir dari Travelblog.id, Adipati Mangkunegara VII membangun Ponten Ngebrusan guna mencegah penyebaran wabah penyakit menular pada waktu itu seperti pes dan kolera. Dengan dibangunnya tempat itu, Mangkunegara VII berharap warga Solo mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan.
Bangunan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti bilik mandi dan kakus, bilik untuk mencuci pakaian, dan bilik untuk buang air kecil. Di antara bilik-bilik tersebut terdapat sebuah saluran air yang langsung menuju ke Kali Pepe yang mengalir lewat dekat ponten tersebut.
Berarsitektur Eropa

©travelingyuk.com
Walaupun hanya berfungsi sebagai MCK, namun Ponten Ngrebusan memiliki arsitektur bangunan bergaya Eropa. Dikutip dari Jurnal berjudul “Ponten Mangkunegaran: Sebuah Tinjauan Sejarah Tentang Revolusi Hidup Bersih dan Sehat Bagi Rakyat" karya Kusumawati, bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Thomas Karsten pada 1936.
Dalam jurnal itu juga dikatakan bahwa bangunan itu memiliki dua ruangan yang tidak memiliki atap dan tidak pula memiliki pintu. Untuk menuju kedua ruang tersebut pengunjung harus melewati sebuah Lorong menyerupai labirin. Pada masing-masing ruangnya terdapat 7 kamar mandi kecil dan satu kamar mandi besar yang berada di tengah.
Tempat yang Sejuk
Di depan bangunan itu ada sebuah taman dengan beberapa tempat duduk yang bisa digunakan untuk bersantai. Di taman itu juga ada pohon-pohon besar yang membuat suasana di sana terasa sejuk.
Selain itu, pengunjung yang ingin mendatangi tempat ini juga tidak dipungut biaya. Pengunjung hanya tinggal meminta izin kepada petugas kebersihan yang sedang bertugas di tempat itu.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya