Mengintip kelahiran dan masa depan Jakarta dalam maket
Merdeka.com - Seperti apakah kota impian yang Anda bayangkan? Kota dengan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi? Kota di mana perumahan warga tertata rapi nan asri? Atau kota yang bebas dari kemacetan? Semua itu dapat Anda temukan di DKI Jakarta pada tahun 2030, setidaknya dalam maket yang dipajang di Jakarta City Planning Gallery (JCPG).
Dinas Penataan Kota (DPK) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kesempatan bagi warga untuk dapat menengok arah pembangunan Ibu Kota selama 14 tahun ke depan. Anda bisa langsung datang ke JCPG yang terletak di Gedung Teknis, Jalan Taman Jati Baru No 1, lantai 1 ANEX, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
JCPG merupakan sebuah galeri yang menyajikan berbagai informasi tentang pembangunan Kota Jakarta di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Galeri ini diresmikan oleh Mantan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Fauzi Bowo pada 29 Januari 2010 silam.
"Dibuat dalam rangka mensosialisasikan tentang rencana kota. Jadi kan nggak semua orang tahu rencana kota. Katanya dulu sering ditutupin, makanya (sekarang) kita buka semua," ujar staf DPK Wahyu Permono ketika ditemui di kantornya, Selasa (23/8).

Pembangunan Jakarta dalam maket ©2016 Merdeka.com/Tsana Garini Sudradjat
Atraksi utama JCPG adalah maket berukuran 6 m x 10,8 m dengan skala 1 : 750. Maket ini menggambarkan Jakarta di masa yang akan datang dari wilayah utara, barat, pusat, timur, hingga selatan. Sangking besarnya, butuh waktu untuk dapat mengitari dan melihat satu per satu detail maket raksasa tersebut.
Selain menggambarkan rupa wilayah Jakarta saat ini, ada juga beberapa bangunan yang baru direncanakan untuk dibuat. Dalam maket, bangunan-bangunan tersebut berwarna krem polos dan digambarkan tanpa jendela. Jakarta mini juga nampak semakin indah dengan hiasan lampu di sepanjang jalan.
Sayangnya, maket ini baru menggambarkan 20 persen wilayah Ibu Kota yang sesungguhnya.
"Kalau semua wilayah Jakarta dibuat maket, nggak akan cukup. Bisa-bisa harus dua lantai," ujar penjaga JCPG.
Selain maket utama, ada juga maket-maket lain dengan ukuran lebih kecil. Papan informasi juga turut melengkapi penjelasan rencana pembangunan Jakarta dari tahun ke tahun, sejak abad ke-5 hingga abad ke-21.

Pembangunan Jakarta dalam maket ©2016 Merdeka.com/Tsana Garini Sudradjat
Salah satu papan juga menjelaskan secara rinci rencana tata ruang DKI Jakarta pada tahun 2030 mendatang. Ada juga papan informasi yang khusus membahas soal rencana Mass Rapid Transit (MRT). Sayangnya, maket dan informasi-informasi yang dipamerkan di JCPG belum diperbaharui sejak tahun 2010.
Selain melihat masa depan Jakarta, Anda juga akan diajak menengok kembali sejarah Ibu Kota sejak masih berstatus kota pelabuhan. Dijelaskan bahwa Jakarta tumbuh dalam siklus dinamika periode sejarah empat zaman, dari sebuah kota bandar di kawasan pantai pada era kerajaan Hindu Tarumanegara bernama Sunda Kelapa, kemudian Jayakarta pada era islam, kota pelabuhan pada era kolonial VOC dan akhirnya menjadi Jakarta pada era kemerdekaan.
Jakarta secara resmi ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 1966. Diceritakan bahwa sebelumnya, sampai tahun 1950-an, kota ini berbentuk linier dengan luas 4,000 ha. Barulah pada awal 1960-an kota ini berkembang dengan adanya pembangunan Proyek Mercusuar seperti Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno, Monumen Nasional (Monas), Hotel Indonesia, Masjid Istiqlal, Sarinah, Wisma Nusantara, dan sebagainya.
Pada Rencana Induk Kota (RIK) 1965 - 1985, Jakarta dikembangkan ke segala arah dengan Monas sebagai pusat (finger plan). Karena lahan terbatas dan sumber daya alam yang tidak memadai, Jakarta mulai dikembangkan ke arah barat dan timur pada tahun 1985 – 2005. Lalu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2005 – 2010, Jakarta kembali dikembangkan lebih luas ke barat, timur, dan utara.
Berkat rencana-rencana pembangunan tersebutlah Jakarta bisa menjadi seperti sekarang dan masih akan terus berkembang pada tahun-tahun mendatang.

Pembangunan Jakarta dalam maket ©2016 Merdeka.com/Tsana Garini Sudradjat
Perkembangan Jakarta dapat Anda pantau lewat Jakarta City Planning Gallery yang terbuka untuk umum setiap hari pada pukul 08.00 – 16.00 WIB. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya