Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

GO-JEK sebut kaca kantor pecah bukan pakai peluru, tapi ujung obeng

GO-JEK sebut kaca kantor pecah bukan pakai peluru, tapi ujung obeng kantor GO-JEK ditembak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Insiden pengerusakan kaca kantor GO-JEK di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, dibenarkan perusahaan ini. Namun, pihak GO-JEK membantah telah terjadi perusakan itu dilakukan dengan cara ditembak.

Hal itu diungkapkan GO-JEK melalai akun Twitter miliknya yang terverifikasi @gojekindonesia, Minggu (1/11). Manajemen penyedia jasa online ini juga menegaskan tidak ada korban dalam kejadian itu.

"Kami ingin klarifikasi bahwa tidak ada peluru yang ditemukan di lokasi, hanya kepala obeng yang digunakan tersangka," kicaunya.

Sebelumnya, salah seorang warga sekitar mengaku tidak mendengar suara senjata api dalam dugaan kasus penembakan kantor GO-JEK di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Saat kejadian, hanya terdengar suara dari kaca pecah.

"Saya nggak dengar apa-apa cuma denger suara pecahan kaca," kata warga yang enggan disebutkan namanya itu, di lokasi. Dia mengaku sehari-hari bekerja dekat kantor GO-JEK.

Sementara itu, polisi juga mendalami bahwa hancurnya kaca kantor GO-JEK bukan akibat tembakan senjata api. Ini terlihat dari pecahan kaca di lokasi kejadian.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menduga bahwa peluru berbentuk obeng itu tidak berasal dari senapan. Untuk mengetahui lebih lanjut, pihaknya akan mendalami apakah kasus ini penembakan atau bukan.

"Terkait pecahan kaca belum tahu belum tentu proyektil. Peluru logam yang kami lihat itu belum menunjukkan kasus penembakan namun dengan kasus pecahan kaca kami akan dalami," kata Krishna.

Berikut isi lengkap klarifikasi GO-JEK melalui akun Twitter resminya:

klarifikasi go jek (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP