Jadi Ondel-ondel van Sunda, Ini Uniknya Kesenian Badawang Khas Jawa Barat
Merdeka.com - Badawang merupakan permainan boneka khas tatar parahyangan di Jawa Barat. Kesenian ini biasanya dibawakan oleh masyarakat di acara-acara tertentu seperti pertanian, hajatan desa, hingga khitanan.
Jika dilihat dari bentuknya, badawang mirip ondel-ondel dengan tampilan yang tinggi dan besar. Boneka ini dimainkan oleh seseorang yang masuk ke dalamnya dan bergerak mengikuti iringan musik tradisional rampak.
Hingga saat ini, kesenian badawang banyak dipentaskan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Sumedang, Rancaekek Bandung, hingga Garut sebagai salah satu hiburan rakyat. Berikut ulasan selengkapnya
Menggambarkan Sosok Pria Belanda

©2022 Laman resmi Kemdikbud/ Merdeka.com
Dikutip dari laman Kemdikbud, kesenian ini diperkirakan sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Hal ini merujuk pada kebiasaan masyarakat setempat yang menamai badawang sebagai seni memeniran.
Memeniran berasal dari kata Meneer yang berarti tuan besar dari bahasa Belanda. Hal yang kemudian menguatkan bukti bahwa Badawang sudah ada sejak masa kolonialisme di tanah Sunda.
Selain itu, penggambaran menir ini juga cocok dengan bentuk boneka Badawang yang juga memiliki perawakan tinggi besar dan berwajah garang.
Menampilkan Beragam Tokoh Wayang
Sebenarnya tidak ada pakem pasti tentang bagaimana penggambaran sosok badawang ini. Namun dari banyak sumber, ditampilkan bahwa badawang atau memeniran memiliki tampilan yang mirip dengan tokoh-tokoh wayang golek di Jawa Barat.
Beberapa tokoh yang banyak divisualkan tokoh Badawang di antaranya Cepot, Semar, Gareng, Dawala, hingga sosok makhluk bertubuh kekar dan berwajah merah yang banyak dipentaskan di Desa Pasirwaru, Kacamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut.
Mereka pun terlihat mirip ondel-ondel, karena diberikan pakaian sesuai dengan penggambaran tokohnya. Badawang dimainkan secara seru, dengan cara berjoget, berjalan, maupun berputar di bagian kepalanya.
Menampilkan Keterampilan Bermain Boneka
Seperti tertulis di buku Deskripsi kesenian Jawa Barat yang ditulis Ganjar Kurnia tahun 2003, kesenian badawang sejatinya merupakan permainan ketangkasan dalam menggerakkan boneka raksasa dan dikendalikan oleh seseorang.
Beberapa atraksi yang bisa dinikmati adalah memainkan kipas, menari, bergerak bebas, melambaikan tangan, hingga berjoget dengan gerakan yang unik.
Untuk memainkan kesenian ini dibutuhkan ketahanan fisik yang ekstra, mengingat beban satu boneka badawang mencapai 30 kilogram. Badawang sendiri dibuat menggunakan kayu, bambu, hingga dihias dengan sejumlah pakaian agar terlihat menarik.
Digabungkan dengan Kesenian Lain
Kesenian badawang lambat laun menjadi atraksi yang tidak lagi tunggal. Masyarakat kemudian lebih menyukainya ketika digabungkan dengan kesenian lain.
Di Kabupaten Sumedang, misalnya, kesenian badawang biasanya ditampilkan dengan dua kesenian lokal, yakni kuda renggong dan sisingaan. Acara ini biasanya ditanggap oleh seseorang yang anaknya tengah dikhitan.
Untuk di wilayah Bandung, kesenian badawang juga biasa dimainkan dengan kesenian reak yang juga diiringi musik tradisional, dan kental dengan nuansa magis (kesurupan).
(mdk/nrd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya