Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Asthenozoospermia Adalah Kondisi Pergerakan Sperma yang Buruk, Ketahui Penyebabnya

Asthenozoospermia Adalah Kondisi Pergerakan Sperma yang Buruk, Ketahui Penyebabnya Ilustrasi sperma. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Thorsten Schmitt

Merdeka.com - Motilitas sperma adalah kemampuan sperma untuk bergerak secara efisien. Hal ini tentu berperan penting dalam kesuburan karena sperma perlu bergerak melalui saluran reproduksi wanita untuk mencapai sel telur. Namun, bagaimana dengan sperma yang memiliki motilitas yang buruk?

Asthenozoospermia adalah istilah yang menggambarkan motilitas sperma yang buruk. Asthenozoospermia adalah salah satu penyebab infertilitas pada pria.

Melansir dari Medical News Today, terdapat dua jenis motilitas sperma, yaitu mengacu pada cara berenang sperma individu. Motilitas progresif mengacu pada sperma yang berenang dalam garis lurus atau lingkaran besar. Sedangkan motilitas non-progresif mengacu pada sperma yang tidak bergerak dalam garis lurus atau yang berenang dalam lingkaran yang sangat rapat.

Agar sperma bisa melewati lendir serviks untuk membuahi sel telur, mereka harus memiliki motilitas progresif setidaknya 25 mikrometer per detik. Munculnya diagnosis dari motilitas sperma yang buruk, atau asthenozoospermia adalah ketika kurang dari 32 persen sperma yang mampu bergerak secara efisien.

Berikut ini telah kami rangkum pembahasan mengenai kondisi asthenozoospermia agar Anda mendapatkan penjelasan lebih lanjut tentang gangguan dari pergerakan sperma ini.

Penyebab Asthenozoospermia

Penyebab pasti dari asthenozoospermia yang rendah bisa bermacam-macam. Beberapa pria mungkin memiliki penyebab genetik, sementara yang lain mungkin memiliki kondisi medis yang tidak terdiagnosis.

Faktor gaya hidup dan lingkungan juga berperan besar dalam pergerakan sperma. Merokok, misalnya, dikaitkan dengan penurunan motilitas sperma, terutama jika pria tersebut merokok lebih dari 10 batang per hari. Pria yang memiliki trauma berulang pada daerah panggul juga dapat berisiko mengalami infertilitas.

Mengutip dari novaivffertility.com, penyebab dari asthenozoospermia adalah sebagai berikut:

  • Peradangan: Penyakit radang pada saluran sperma atau organ reproduksi lainnya dapat menurunkan motilitas sperma. Mikroorganisme dari penyakit ini secara langsung dapat mempengaruhi sperma yang memperlambat kecepatannya dan kemampuannya untuk menembus lendir serviks.
  • Varikokel: Dalam kondisi ini, pembuluh darah di dalam skrotum membesar. Ini adalah salah satu penyebab umum Asthenozoospermia pada pria.
  • Pencairan air mani yang tidak normal: Pencairan air mani yang tidak normal mengurangi ruang untuk aktivitas sperma dan menghalangi pergerakan sperma.
  • Kelainan kromosom: Berikutnya, penyebab asthenozoospermia adalah karena keanehan pada kromosom seks, yang tidak hanya mempengaruhi kuantitas sperma, tetapi juga mobilitas sperma, sehingga meningkatkan kemungkinan kemandulan.
  • Faktor imunologi: Antibodi antisperma menghalangi aktivitas sperma dengan berbagai cara. Penelitian menunjukkan bahwa adanya antibodi antisperma di sekitar ekor sperma menghalangi kemampuannya untuk menembus lendir serviks.
  • Faktor gaya hidup dan lingkungan: Kebiasaan gaya hidup tidak sehat tertentu sangat memengaruhi motilitas sperma. Misalnya, merokok, minum berlebihan, dan penggunaan obat-obatan dapat menyebabkan kondisi tersebut. Selain itu, pria yang memiliki pekerjaan seperti mengemudi atau menunggang kuda yang berulang kali dapat menyebabkan trauma pada area panggul yang kemudian akan berisiko mengalami asthenozoospermia.
  • Cara Mengobati

    ilustrasi sperma

    ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/dream designs

    Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu meningkatkan motilitas sperma. Beberapa cara untuk mengatasi asthenozoospermia adalah sebagai berikut:

  • berolahraga secara teratur
  • menjaga berat badan yang sehat
  • batasi paparan ponsel
  • hindari alkohol
  • berhenti merokok
  • Beberapa suplemen juga dapat membantu meningkatkan motilitas sperma. Misalnya, satu penelitian menemukan adanya peningkatan 52 persen dalam motilitas sperma pada pria yang mengonsumsi suplemen selenium harian sebanyak 200 mikrogram bersama dengan 400 unit vitamin E setidaknya selama 100 hari berturut-turut. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen, dan berhati-hatilah saat membelinya.

    Jika penyebab asthenozoospermia karena masalah medis, seperti kadar hormon yang rendah atau varikokel, pengobatan seperti hormon perangsang folikel atau human chorionic gonadotropin dapat membantu. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin juga akan merekomendasikan operasi.

    (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP