CEK FAKTA: Hoaks Presiden Italia Menangis Karena Banyak Warganya yang Meninggal

Rabu, 8 April 2020 20:21 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Presiden Italia Menangis Karena Banyak Warganya yang Meninggal Berwisata di bawah bayang-bayang Corona. ©AFP/Alberto Pizzoli

Merdeka.com - Salah satu akun Facebook bernama Lyn Tanjung menuliskan informasi tentang jumlah korban meninggal di Italia. Akun Lyn Tanjung menuliskan bahwa Italia telah gagal mencegah Covid-19/ Menurut Lyn, Italia menganggap Covid-19 hanya gurauan belaka. Informasi itu disebar di akun Facebooknya pada 3 April 2020.

"Kalau sudah begini harta dan jabatan tak ada guna

Italia Sudah Menyerah

Perdana Menteri Italia berkata : Penjagaan kami sudah tiada. Penyakit ini terus membunuh kami. Segala Penyembuhan di Dunia, Sudah Tamat.

• Semalam 427 Meninggal.
• Hari Ini 627 Meninggal.
• 1529 orang Meninggal Dalam Waktu 3 Hari.
• 5986 Kasus Baru Dalam Satu Hari!!

Italia telah Gagal Sepenuhnya..
Presiden Italia Menangis. Italia merupakan negara yang Memiliki Pertahanan Kesehatan #Terbaik di Dunia. Tapi Mereka Telah Gagal Mencegah COVID-19 Masuk ke Negaranya. Karena pada Awalnya Mereka Menganggap COVID-19 Hanyalah Gurauan belaka.

Kini Presiden mereka kembali menangis. Karena Sudah Tidak Ada Tempat Pemakaman lagi untuk mereka yg meninggal karena COVID-19.
700++ Orang Mati per harinya."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, tidak ditemukan artikel yang menjelaskan bahwa Presiden Italia menangis karena tak ada tempat pemakanan bagi warganya yang meninggal karena Covid-19, seperti dalam narasi yang ditulis akun Lyn Tanjung.

Dalam artikel Tempo.co berjudul "[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto-foto Peti Jenazah Pasien Corona di Italia?" pada 8 April 2020, dijelaskan bahwa tidak ada laporan yang menyatakan bahwa Presiden Italia Sergio Mattarella menangis. Narasi bahwa Presiden Italia menangis sebelumnya beredar sebagai informasi yang salah yang telah banyak dibantah oleh sejumlah organisasi pemeriksa fakta, satu di antaranya AFP.

Kemudian dalam artikel dikutip dari artikel cek fakta Rappler, tidak ada pernyataan resmi atau laporan dari media-media kredibel yang memuat kutipan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte seperti yang tertulis dalam unggahan akun Lyn Tanjung di atas.

Malah, kutipan dalam unggahan tersebut bertentangan dengan pernyataan terbaru Conte pada 16 dan 21 Maret 2020. Pernyataan itu dipublikasikan di situs resmi pemerintah Italia. "Kami meninggalkan kebiasaan yang paling mahal. Kami melakukannya karena kami mencintai Italia. Tapi kami tidak menyerah. Bersatu, kami akan melakukannya," kata Conte pada 21 Maret.

Kemudian dikutip dari worldometers.info, total kasus Covid-19 sebanyak 135,586, dengan total kematian sebanyak 117.127 jiwa dan 24,392 orang sembuh dari virus ini. Italia jadi negara ke-3 dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

Kesimpulan

Informasi yang dibagikan akun Facebook Lyn Tanjung adalah tidak benar. Narasi yang dituliskan akun Lyn Tanjung tidak sesuai dengan informasi yang sebenarnya. [dan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini