YLKI: Tarif ojek online Rp 4.000 per Km tak masuk akal, lebih mahal dari taksi
Merdeka.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai usulan para driver atau pengemudi ojek online soal tarif Rp 4.000 per Km tak masuk akal. Bahkan tarif itu dinilai lebih mahal dari tarif taksi yang saat ini Rp 3.500 per km.
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, selama ini ojek tidak dianggap sebagai moda angkutan umum. Dengan demikian diharapkan mengenai skema pentarifan harus lebih rasional.
"Kalau tarif Rp 4.000 per km itu jelas ngawur, tidak masuk akal, itu lebih tinggi dari tarif taksi yang argonya Rp 3.500 per km," kata Tulus di Hotel Milenium, Jakarta, Selasa (24/4).
Tulus menyadari memang tingginya tarif permintaan para driver tersebut dikarenakan pendapatan driver harus dipotong sekitar 20 persen untuk aplikator. Untuk itu, dia mengusulkan agar potongan aplikatornya yang seharusnya dikurangi.
"Kurangi saja itu potongannya, perusahaan aplikator itu untungnya sudah besar sekali lho, jangan salah," tambah dia.
Tulus berpesan, dalam penentuan skema tarif ini harus mempertimbangkan daya beli masyarkat sebagai konsumennya. Tak hanya itu, demi mencegah adanya monopoli, penentuan tarif baik Grab atau Go Jek harus melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya